Skandal Strauss-Kahn Diangkat ke Layar Lebar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dominique Strauss-Kahn. AP/Richard Drew, Pool

    Dominique Strauss-Kahn. AP/Richard Drew, Pool

    TEMPO.CO, Los Angeles - Skandal seks Dominique Strauss-Khan, mantan kepala Dana Moneter Internasional, diangkat ke layar lebar. Gérard Depardieu, aktor Prancis yang kini berkewarganegaraan Russia memerankan tokoh yang pernah disebut sebagai calon kuat presiden negeri anggur itu.

    Film besutan Abel Ferrara ini dirilis dua tahun setelah mantan kepala IMF itu ditangkap di New York atas tuduhan percobaan perkosaan terhadap seorang pekerja hotel. Trailer untuk Welcome to New York itu dibuka dengan hiruk pikuk pesta pora sebelum penangkapannya.

    "Hanya Depardieu yang bisa memainkannya  [Strauss-Kahn]," kata seorang komentator di radio France Info.

    Depardieu, yang membayar tiket pesawat sendiri ke New York untuk syuting, tahun lalu mengatakan bahwa Strauss-Kahn adalah "sangat Perancis, arogan, dan sombong. Saya akan senang melakukannya karena saya tidak suka dia."

    Jutawan yang juga wartawan Prancis Anne Sinclair, yang bercerai dari Strauss-Kahn musim semi ini, dimainkan oleh Jacqueline Bisset. Turut bermain dalam film ini adalah aktris Prancis Isabelle Adjani.

    Strauss-Kahn, yang saat skandal meletus menjadi calon kuat kubu Sosialis untuk menjadi presiden Perancis berikutnya, ditangkap di New York Mei 2011 atas tuduhan serangan seksual terhadap Nafissatou Diallo, seorang pekerja hotel. Kasusnya dihentikan karena ditemukan masalah kredibilitas substansial pada korban.

    Tahun lalu Strauss-Kahn dan Diallo mencapai penyelesaian di luar pengadilan untuk ganti rugi. Strauss-Kahn masih dalam penyelidikan resmi di Perancis, dalam kasus pelacuran.

    GUARDIAN | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.