Yaman Bebaskan Pekerja Palang Merah Internasional

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara dan warga Yaman saling membantu untuk memadamkan api di lokasi jatuhnya pesawat di Sanaa, Selasa (19/2). AP/Hani Mohammed

    Tentara dan warga Yaman saling membantu untuk memadamkan api di lokasi jatuhnya pesawat di Sanaa, Selasa (19/2). AP/Hani Mohammed

    TEMPO.CO, Aden - Sejumlah pria dari suku asli Yaman membebaskan tiga pekerja Palang Merah Internasional (ICRC). Demikian keterangan dari lembaga kemanusiaan ini dan sumber keamanan Yaman, Kamis, 16 Mei 2013.

    Para sandera yang dibebaskan itu masing-masing berasal dari Swiss, Kenya, dan Yaman. Mereka diculik pada Senin, 13 mei 2013, di selatan provinsi Abyan. "Selanjutnya dibebaskan dalam kondisi selamat," kata sumber.

    ICRC yang tidak mengungkapkan asal usul para pekerjanya mengatakan, mereka kembali dalam keadaan selamat di Aden. "Sebelumnya, mereka berhenti untuk pindah ke kendaraan yang memiliki tanda Palang Merah Internasional dengan kawalan angkatan bersenjata," kata ICRC.

    Penculikan terhadap warga negara Barat kerap dilakukan secara sporadis di Yaman, hampir semuanya dilakukan oleh militan al-Qaeda. Sebelum bulan ini, pasangan mahasiswa asal Finlandia dan Austria dibebaskan setelah disandera oleh militan al-Qaeda selama lebih kurang empat bulan. Para penculik menuntut uang tebusan dan pembebasan pemimpin al-Qaeda yang ditahan di penjara Yaman.

    AL ARABIYA | CHOIRUL

    Terpopuler
    Indoguna Akui Setor Uang ke PKS 
    Hilmi dan Suswono Janjikan Bantu Indoguna 
    Fathanah Akui Indehoy dengan Maharani
    Ahmad Zaky Disebut Minta Jatah Fee Impor Sapi 
    Fathanah Ketahuan Curi Dokumen KPK



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.