Amerika Minta Taiwan dan Filipina Damai

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal Angkatan Laut dan penjaga pantai Taiwan berlayar dari pelabuhan Kaohsiung, Minggu (12/5). Taiwan Coast Guard/Handout via Reuters

    Kapal Angkatan Laut dan penjaga pantai Taiwan berlayar dari pelabuhan Kaohsiung, Minggu (12/5). Taiwan Coast Guard/Handout via Reuters

    TEMPO.CO, Washington - Amerika Serikat menaruh perhatian kuat setelah Taiwan menjatuhkan sanksi terhadap Filipina terkait penembakan seorang nelayannya hingga tewas.

    Pejabat Amerika yang tak menyebutkan namanya mengatakan, "Amerika mengkhawatirkan ketegangan antara dua negara demokratis bertetangga yang juga sahabat dekat (Amerika)."

    Seorang nelayan, Hung Shih-cheng, tewas ditembak oleh penjaga pantai Filipina
    di perairan sengketa kedua negara pekan lalu. Presiden Filipina telah menyampaikan permohonan maaf, tetapi Taiwan mengatakan bahwa permintaan maafnya "tidak bisa diterima."

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, Patrick Ventrell, mengatakan, AS berharap kedua negara dapat menahan diri sehingga tak meningkatkan ketegangan. "Kami ingin kedua negara bekerjasama menyelesaikan perselisihan," ujarnya.

    Amerika Serikat memiliki hubungan dekat dengan kedua negara. Filipina merupakan sekutu besar non-NATO, sementara itu AS juga telah menjalin hubungan mesra dengan Taiwan sejak 1979.

    BBC | CHOIRUL

    Terpopuler
    Indoguna Akui Setor Uang ke PKS 
    Hilmi dan Suswono Janjikan Bantu Indoguna 
    Fathanah Akui Indehoy dengan Maharani
    Ahmad Zaky Disebut Minta Jatah Fee Impor Sapi 
    Fathanah Ketahuan Curi Dokumen KPK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.