Bahrain Hukum 6 Penulis Kicauan di Twitter

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raja Bahrain, Hamad bin Isa al-Khalifa. REUTERS/Hamad I Mohammed

    Raja Bahrain, Hamad bin Isa al-Khalifa. REUTERS/Hamad I Mohammed

    TEMPO.CO, Jakarta - Berhati-hatilah ngetwit di Bahrain bila tak ingin berhadapan dengan majelis hakim. Pada Rabu, 15 Mei 2013, Pengadilan Bahrain menghukum enam pengoceh di akun Twitter masing-masing satu penjara karena kicauannya dianggap menghina Raja Hamad.

    "Pelaku dihukum oleh pengadilan kriminal dengan dakwaan menyalahgunakan kebebasan berekspresi," demikian salah satu butir pernyataan Kantor Kejaksaan, Rabu, 15 Mei 2013.

    Menurut pernyataan Kejaksaan, mereka telah merusak nilai-nilai dan tradisi masyarakat Bahrain terhadap Raja melalui berbagai tulisannya di Twitter.

    Sejumlah aktivis Bahrain, selama ini, menggunakan Twitter sebagai sebuah platform untuk melaporkan apa yang mereka sebut sebagai sebuah rezim  kekerasan terhadap mereka.

    Seorang aktivis ternama di Bahrain, Nabil Rajab, yang juga pendiri Bahrain Centre for Human Rights pada 2002, mendekam dalam bui sejak 6 Juni 2012 karena didakwa melakukan penghinaan umum terhadap Kerajaan. Para pengguna Twitter juga dituduh menghina pasukan keamanan melalui blog di website mereka.

    AL AKHBAR | CHOIRUL

    Topik Terhangat:
    PKS Vs KPK
    | E-KTP |Vitalia Sesha |Ahmad Fathanah |Perbudakan Buruh

    Berita Lainnya:

    Fathanah dan Dewi Kirana 'The Queen of Pantura'
    Minum Teh Panas Bareng Vitalia Sesha

    34 Pekerja Freeport Diduga Tewas Terjebak Longsor

    Ruhut: Lawan KPK, Suara PKS Bisa Anjlok

    Vitalia Sesha Berkisah Tentang Rumah Tangganya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.