Russia Perintahkan Pengusiran Mata-mata CIA

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ryan Fogle. Press service of Russian Federal Security Service/Handout via Reuters

    Ryan Fogle. Press service of Russian Federal Security Service/Handout via Reuters

    TEMPO.CO, Moskow - Pemerintah Rusia memerintahkan pengusiran seorang diplomat Amerika karena menuduhnya sebagai agen CIA yang mencoba untuk merekrut anggota dinas keamanan khusus Rusia. Bagian Kontraintelijen Dinas Rahasia Russia (FSB) menyatakan, Ryan Fogle, sekretaris ketiga Departemen Politik Kedutaan Besar Amerika Serikat di Moskow, "persona non-grata" dan meminta "pengusiran dini." Persona non-grata adalah istilah diplomatik untuk seseorang yang dinyatakan tak bisa diterima di suatu negara.

    Fogle ditahan Senin 13 Mei 2013 malam sampai Selasa 14 Mei 2013 "saat mencoba untuk merekrut seorang wakil dari salah anggota dinas intelijen Rusia," kata FSB dalam sebuah pernyataannya. Dia sempat ditahan sebelum akhirnya diserahkan kepada Kedutaan Besar AS di Moskow, sesuai protokol resmi dalam penangkapan diplomat yang terkait kasus spionase.

    Diplomat AS itu memiliki "perangkat teknis khusus, instruksi tertulis untuk warga Rusia yang akan direkrut, sejumlah besar uang tunai dan sarana untuk mengubah penampilannya," kata kantor berita RIA-Novosti, mengutip pernyataan yang dirilis FSB.

    Nikolai Zakharov, juru bicara FSB, mengatakan, orang Rusia yang didekati oleh Fogle berstatus bebas atau tidak akan dijerat dengan tuduhan tertentu. Kedutaan Amerika Serikat di Moskow belum memberikan komentar soal ini dan akan segera mengeluarkan pernyataan, Selasa 14 Mei 2013 waktu setempat.

    Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan telah memanggil Duta Besar AS untuk Moskow Michael McFaul untuk meminta penjelasan soal kasus spionase ini.

    CNN | Abdul Manan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.