Perahu Rohingya Terbalik, 200 Pengungsi Hilang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga Rohingya terlihat di antara rumah yang terbakar saat terjadinya bentrokan antara kaum Buddha Rakhine dan Muslim Rohingya di Sittwe, Myanmar, Minggu (10/6). REUTERS/Staff

    Sejumlah warga Rohingya terlihat di antara rumah yang terbakar saat terjadinya bentrokan antara kaum Buddha Rakhine dan Muslim Rohingya di Sittwe, Myanmar, Minggu (10/6). REUTERS/Staff

    TEMPO.CO, Rangon - Sebuah perahu yang membawa 200 muslim Rohingnya terbalik di Myanmar Barat, Senin, 13 Mei 2013. Demikian laporan pejabat PBB seperti dikutip media, Selasa, 14 Mei 2013.

    Barbara Manzi, Kepala Kantor PBB di Myanmar untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), mengatakan, Selasa, 14 Mei 2013, perahu yang ditumpangi para pengungsi menghatam gundukan batu cadas di Kota Pauktaw, negara bagia Rakhine, sehingga perahu yang mereka tumpangi nyungsep ke dalam laut, Senin, 13 Mei 2013.

    Pejabat lainnya dari OCHA, Kristen Mildren, mengatakan kepada Al Jazeera, ada 200 orang di atas perahu. "Hanya satu yang dilaporkan selamat," kata Mildren. Dia menambahkan "Sisanya hilang, dikhawatirkan meninggal."

    Televisi Myammar dalam laporannya, Senin, 13 Mei 2013, menyebutkan, ribuan orang yang kehilangan tempat tinggal akibat kekerasan komunal tahun lalu terpaksa dievakuasi dari penampungan sementara ke tempat-tempat aman dari serangan badai.

    Laporan lainnya mengatakan, otoritas telah memindahkan 5.158 orang dari daerah rendah di Rakhine, ibu kota Sittwe, ke tempat yang lebih aman.

    Menurut kelompok hak asasi manusia, pemerintah Myanmar sangat lamban bereaksi dan mengabaikan peringatan dini dengan cara menyediakan tempat penampungan bagi orang-orang yang kehilangan tempat tinggal.

    "Pemerintah Myanmar tidak mengindahkan peringatan yagn berkali-kali disampaikan oleh kelompok bantuan kemanusiaan supaya merelokasi muslim yang kehilangan tempat tinggal menyusul musim hujan di negeri itu," kata Brad Adams, Direktur Human Rights Watch Asia. "Jika pemerintah gagal mengevakuasi, itu artinya bencana bukan disebabkan oleh alam melainkan dibuat oleh manusia," katanya.

    AL JAZEERA | CHOIRUL


    Topik Terhangat:

    PKS Vs KPK |
    E-KTP | Vitalia Sesha | Ahmad Fathanah | Perbudakan Buruh

    Berita Terpopuler:
    Saksi Baru Fathanah: Dewi Kirana

    Dikunjungi Komnas HAM, Warga Sebut Jokowi Bohong 

    Menara Saidah Miring, Pemda Jakarta Ikut Salah

    Tindakan PKS Dinilai Kriminalisasi KPK

    Rumah Luthfi Hasan Ternyata Atas Nama Ahmad Zaky

    Wali Kota Bekasi: Penutupan Masjid Ahmadiyah Sah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.