Taliban Bersumpah Bebaskan Semua Tahahan Turki

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Serangan bom bunuh diri terhadap kendaraan pembawa pasukan NATO di Kabul, Afganistan. AP/Ahmad Jamshid

    Serangan bom bunuh diri terhadap kendaraan pembawa pasukan NATO di Kabul, Afganistan. AP/Ahmad Jamshid

    TEMPO.CO, Kabul - Para pemimpin Taliban, Senin, 13 Mei 2013, bersumpah akan membebaskan empat insinyur Turki yang ditahan sejak helikopter yang ditumpangi celaka di Afganistan timur, bulan lalu. Sebelumnya, Taliban telah membebaskan empat insinyur Turki lainnya pada Ahad, 12 Mei 2013.

    Sebuah helikopter yang ditumpangi 10 orang, terdiri dari seorang pilot dan sembilan penumpang, berikut delapan warga negara Turki mengalami kecelakaan di Provinsi Logar, kawasan di sebelah selatan ibu kota Kabul, yang dikuasai oleh Taliban, pada Senin, 22 April 2013.

    Helikopter milik perusahaan swasta Afganistan, Khorasan Cargo Airlines, disewa guna membawa makanan dan kebutuhan lain bagi ISAF (pasukan sekutu di Afganistan pimpinan NATO) menuju Kabul dari pangkalan NATO di Provinsi Khost.

    Dalam surat elektroniknya kepada kantor berita AFP, Taliban menyatakan, empat tahanan yang telah dibebaskan itu merupakan, "Niat baik, demi alasan kemanusiaan, dan sebagai tanda penghormatan terhadap warga muslim Turki." Taliban melanjutkan, "Empat sisa tahanan lainnya segera dibebaskan."

    Kelompok militan Islam yang pernah memerintah Afganistan sebelum diserbu tentara sekutu pimpinan Amerika Serikat ini tidak menyinggung keberadaan seorang warga Rusia, Kyrgistan, dan Afganistan yang berada dalam satu kabin helikopter naas.

    Dalam sebuah pertemuan umum di Istanbul, Ahad, 12 Mei, 2013, Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mengungkapkan bahwa pembebasan empat insinyur tersebut tidak lepas dari peran para pejabat intelijen Turki. "Pembebasan itu setelah ada upaya kuat dari dinas intelijen Turki," ujarnya.

    "Empat pria itu dibebaskan di kawasan terpencil di Provinsi Nangarhar, berbatasan dengan Pakistan," kata pejabat setempat. Dia menambahkan, "Pembebasan itu berkat pendekatan dilakukan oleh para tetua kepada suku dengan Taliban."

    AL ARABIYA | CHOIRUL

    Topik Terhangat:
    Teroris |
    E-KTP | Vitalia Sesha | Ahmad Fathanah | Perbudakan Buruh


    Berita Lainnya:

    Wiji Thukul, Koor Kapel dan Koo Ping Hoo
    Asal-usul Nama Wiji Thukul
    Teka-teki Wiji Thukul, Tragedi Seorang Penyair
    Buruh Pabrik Panci Takut Lihat Aparat Berseragam 
    Kencan Pertama? Ini Cara Mengusir Grogi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?