Hacker Cina Coba Curi Info Pesawat Siluman Inggris

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat tempur siluman

    Pesawat tempur siluman "nEURON" melakukan test terbang pertamannya di Perancis. (3/12). wired.co.uk

    TEMPO.CO, London - Mata-mata cyber asal Cina diketahui mencoba untuk mencuri rahasia jet tempur paling canggih di Inggris. Menurut Mail Online, sebuah unit rahasia Angkatan Bersenjata Cina menggunakan senjata cyber yang sangat canggih untuk memperoleh informasi rahasia mengenai rancangan proyek Joint Strike Fighter (JSF).

    Produsen Lockheed Martin mengklaim mereka menggagalkan puluhan ribu serangan komputer setiap minggu untuk menjaga rahasia tentang jet siluman supercanggih, kerja sama Angkatan Laut Inggris dengan RAF hingga 2018. Asal serangan mengarah ke Cina.

    Mereka merekrut beberapa peretas muda Inggris  untuk membantu menggagalkan serangan. "Kami telah merekrut tim yang sangat kuat dari teknisi komputer muda yang pada dasarnya adalah ahli dalam kontra-cyber. Mereka efektif menghabiskan banyak waktu mereka untuk perang di dunia maya melawan Cina," kata pernyataan pejabat perusahaan itu.

    Pesawat JSF diyakini sebagai yang tercanggih saat ini. Pesawat itu bisa terbang ke wilayah musuh dan menarget serangan dengan senjata presisi tanpa terdeteksi, sebuah kemampuan yang belum tertandingi hingga saat ini. Pesawat ini dilapisi dengan cat khusus dan memiliki desain tersembunyi yang menyebabkannya tak mampu terbaca oleh radar.

    Biro Intelijen Inggris MI5 dan FBI meyakini serangan cyber pada Lockheed Martin berasal dari sel rahasia di dalam Tentara Pembebasan Rakyat Cina. Unit ini diyakini dikelola oleh ratusan ahli komputer yang tugasnya hanya satu, mencuri informasi dari AS dan Inggris.

    Tapi meskipun sejumlah bukti mendukung klaim ini, pemerintah Cina menyangkal keberadaan unit ini. Mereka juga membantah perlibat dalam spionase cyber.

    MAIL ONLINE | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.