Lebih 1000 Orang Tewas di Rana Plaza Bangladesh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah orang berusaha menyelamatkan seorang pekerja garmen yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan Rana Plaza yang rubuh di Savar, 30 km di luar Dhaka, Bangladesh, Rabu (24/4). REUTERS/Andrew Biraj

    Sejumlah orang berusaha menyelamatkan seorang pekerja garmen yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan Rana Plaza yang rubuh di Savar, 30 km di luar Dhaka, Bangladesh, Rabu (24/4). REUTERS/Andrew Biraj

    TEMPO.CO, DHAKA—Jumlah korban tewas dalam tragedi ambruknya gedung Rana Plaza di Bangladesh mencapai lebih dari seribu orang, kemarin. Lebih dari dua pekan sejak kecelakaan industri terburuk di dunia itu terjadi, tim penyelamat terus menemukan jasad dari reruntuhan bangunan delapan lantai yang terletak di Kota Savar tersebut.

    “Kami sudah mengambil 1.039 mayat,” kata juru bicara tim penyelamat, Zihadul Islam.

    Ratusan kerabat korban masih berkumpul di sekitar lokasi dengan membawa foto anggota keluarga mereka yang masih hilang. Namun tim penyelamat mengalami kesulitan untuk mengidentifikasi jasad yang sudah membusuk di hari ke-17 pasca-insiden terjadi.

    “Sekitar 156 korban yang belum teridentifikasi sudah dikubur,” ujar Wali Kota Distrik Dhaka Mohammad Yousuf Harun. Harun menambahkan, DNA para korban telah dikumpulkan sehingga nantinya dapat dicocokkan dengan keluarga untuk identifikasi.

    Hingga kini belum ada kepastian jumlah jasad yang masih terkubur di bawah puing-puing bangunan. Asosiasi Pabrik dan Eksportir Garmen Bangladesh mengungkapkan sebanyak 3.122 bekerja di lima pabrik yang berada di Rana Plaza.

    Tapi belum diketahui pasti jumlah pekerja yang masuk pada hari nahas tersebut. Sebanyak 2.500 orang dilaporkan berhasil selamat sesaat setelah insiden terjadi.  

    L REUTERS | CNN | SITA PLANASARI AQUADINI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.