Kebakaran Menewaskan 8 Buruh Garmen Bangladesh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah orang berusaha menyelamatkan seorang pekerja garmen yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan Rana Plaza yang rubuh di Savar, 30 km di luar Dhaka, Bangladesh, Rabu (24/4). REUTERS/Andrew Biraj

    Sejumlah orang berusaha menyelamatkan seorang pekerja garmen yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan Rana Plaza yang rubuh di Savar, 30 km di luar Dhaka, Bangladesh, Rabu (24/4). REUTERS/Andrew Biraj

    TEMPO.CO, Dhaka -  Belum tuntas pencarian jenazah korban runtuhnya gedung delapan lantai tempat lima pabrik garmen di Savar,  kecelakaan industri garmen kembali terjadi di Bangladesh. Delapan orang tewas dalam sebuah kebakaran di distrik industri Dhaka.

    “Belum jelas bagaimana kecelakaan itu terjadi, tetapi kami masih menyelidikinya,” kata Mohammad Atiqul Islam, presiden Asosiasi Pengusaha dan Eksportir Garmen Bangladesh.

    Kebakaran tersebut terjadi di tengah perhatian internasional atas standar keselamatan di industri garmen Bangladesh menyusul runtuhnya Rana Plaza, 24 April lalu. Hingga Kamis, korban tewas yang ditemukan mencapai 912 orang. Kecelakaan tersebut merupakan yang terburuk sejak bencana bocornya gas beracun Bhopal di India tahun 1984.

    Hari Rabu, pemerintah Bangladesh menutup 18 pabrik garmen dengan alasan keamanan. Enam di antaranya kembali diizinkan beroperasi setelah pengawas mengeluarkan sertifikat keselamatan.

    Tim pencari masih menemukan jenazah dari reruntuhan Rana Plaza, tempat lima pabrik yang memproduksi garmen merek Barat di Savar, 20 mil barat laut Dhaka.  Hampir 2.500 orang berhasil diselamatkan dari gedung, sebagian besar luka-luka. Tidak ada angka resmi mengenai korban yang masih hilang.

    REUTERS | NATALIA SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.