Eks Oditur Militer AS Galang Petisi Guantanamo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Barack Obama di Gedung Putih, Washington, menandatangani sejumlah keputusan, salah satunya adalah penutupan Penjara Guantanamo, (23/1). AP Photo/Charles Dharapak

    Presiden Barack Obama di Gedung Putih, Washington, menandatangani sejumlah keputusan, salah satunya adalah penutupan Penjara Guantanamo, (23/1). AP Photo/Charles Dharapak

    TEMPO.CO, Washington - Bebaskan tahanan di penjara Guantanamo atau seret mereka ke pengadilan! Itulah inti pesan dari petisi yang diluncurkan oleh mantan kepala oditur militer Kolonel Morris Davis kepada Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Hingga 6 Mei 2013, petisi itu sudah ditandatangani oleh lebih dari 137.400 orang.

    Para tahanan yang sebagian besar karena kasus terorisme itu seperti hilang di balik dinding penjara di perbukitan gersang Guantanamo, karena penahanan tanpa batas waktu. Mereka berusaha menarik perhatian dunia dengan aksi mogok makan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

    Dari 166 tahanan, 100 yang ikut mogok makan. Menurut pengacara sejumlah tahanan, sebenarnya yang mogok 130 tahanan. Beberapa dari mereka menolak makan sejak 6 Februari lalu. Hingga Senin 6 Mei 2013, aksi mogok itu sudah memasuki bulan keempat.

    Pemerintah Amerika berusaha mengakhiri aksi itu. "Sebanyak 23 dari peserta mogok makan itu diberi makan melalui hidung. Tiga akhirnya dirawat di rumah sakit meskipun jiwa mereka tidak dalam bahaya," kata juru bicara penjara Guantanamo Letkol Samuel House.

    Para tahanan yang masih mendekam di penjara militer AS itu, lebih dari setengah --tepatnya 86 tahanan-- sebenarnya telah dinyatakan 'bersih' dan bisa dibebaskan.

    Mantan anggota Kongres dan Duta Besar Amerika Serikat di Meksiko James Jones, dalam wawancara dengan Russia Today mengatakan, penahanan tak terbatas seperti dialami tahanan Guantanamo itu harus dihentikan. Ia menyebut penahanan itu bertentangan dengan prinsip-prinsip Amerika tentang keadilan.

    Barack Obama berjanji untuk kedua kalinya untuk menutup Guantanamo, Selasa pekan lalu. Janji pertamanya disampaikan tahun 2009, tak lama setelah ia berkantor di Gedung Putih.

    Herlad Sun | Guardian | Abdul Manan

     

    Informasi Terkait:
    Jejak Petualangan Hambali Versi Amerika Serikat
    Sejarah Ringkas Penjara Guantanamo, Kuba

    Berita Terkait:
    Keluarga Ingin Hambali Dipulangkan ke Indonesia
    Komisi I DPR Tak Tahu Informasi Soal Hambali
    Guantanamo 'Bakar' Uang AS US$ 900 Ribu Per Napi
    Separuh Tahanan Guantanamo Mogok Makan
    Tahanan Guantanamo Bentrok dengan Penjaga
    Demonstran AS Desak Obama Tutup Penjara Guantanamo
    PBB Desak Amerika Tutup Guantanamo
    Giliran WikiLeaks Bongkar File Guantanamo
    Amerika Serikat Batalkan Pengiriman Tahanan Guantanamo ke Yaman
    Amerika Serikat Pulangkan 12 Tawanan Guantanamo ke Negara Asal
    Chavez Tawarkan Urus Tahanan Guantanamo
    Foto-foto Terbaru Tahanan Guantanamo Diunggah di Internet
    Dua Tahanan Guantanamo Diterbangkan ke Perancis dan Hungaria
    Obama Tandatangani Penutupan Guantanamo
    Keluarga Hambali Gembira Obama Tutup Guantanamo
    Presiden Obama Berencana Adili Tawanan Guantanamo di Amerika
    PBB: Penjara Guantanamo Harus Ditutup Secepatnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.