Demi Ikat Kepala, Ribuan Orang Merangkak di Lumpur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, London - Sekitar 300 orang merangkak pada permukaan lumpur tebal, di tepi Sungai BlcakWater, Essex, Sabtu, 4 Mei 2013. Beberapa dari mereka ada yang berlari dalam balutan kostum aneh. Seperti bajak laut; biarawati; gaun pengantin; atau Tin Man, manusia kaleng dalam film Wizard of Oz.

    Ratusan orang ini bukan korban bencana alam. Namun mereka tengah berlomba dalam Maldon Mud Race. Digelar setiap tahun, Maldon Mud Race memberikan jalur lumpur sejauh 400 meter kepada pesertanya. "Mereka harus mengeluarkan banyak tenaga untuk bisa melangkah dalam lumpur yang lengket," tulis Mail Online, Ahad, 5 Mei 2013.

    Di Northamptonshire, lomba merangkaki lumpur juga digelar. Di ajang Tough Mudder, sekitar 14 ribu peserta diuji ketahanannya sepanjang 11 kilometer dan 22 rintangan bergaya militer. "Mereka harus berjuang melalui api, tercemplung ke air dingin, merambati dinding setinggi tiga meter, mengarungi rawa berlumpur, dan merangkak di terowongan bawah tanah," tulis Mail Online.

    Bila berhasil mencapai garis finish, pejuang lumpur ini tidak mendapatkan hadiah uang atau benda mewah. Yang mereka terima hanyalah ikat kepala jingga dan kaos. "Ajang ini bukanlah kompetisi," kata juru bicara Tough Mudder. "Ini adalah tantangan bagi tiap peserta untuk belajar bekerja sama dalam tim."

    Kata wakil presiden Tough Mudder UK, Sarah Harvey, 2013 adalah tahun yang menarik untuk merangkak di lumpur. Sebab cuaca yang tak menentu membuat medan tantangan tidak dapat diprediksi. "Teutama di London North Mudders," kata dia.

    Tough Mudder berdiri dengan gagasan Will Dean dan Guy Livingstone. Diluncurkan pada Mei 2013 di Inggris, Tough Mudder kini merajalela ke Amerika dan Australia. "Hingga kini, peserta Tough Mudder mencapai sepersejuta orang di seluruh dunia."

    MAIL ONLINE | CORNILA

    Topik terhangat:

    Pemilu Malaysia
    | Harga BBM | Susno Duadji | Ustad Jefry | Caleg

    Berita terpopuler:
    Bos Pabrik Panci Pernah Jadi Bandar Pilkades

    Siapa Vitalia Shesya, Teman Dekat Ahmad Fathanah?
    Akui Palestina, Google Diprotes Israel


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.