Demi Ikat Kepala, Ribuan Orang Merangkak di Lumpur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah orang bermain di lumpur selama Festival Lumpur Boryeong di Pantai Daecheon di Boryeong, sekitar 190 km barat daya Seoul, 15-7, 2012. Sekitar 2 sampai 3 juta wisatawan domestik dan internasional mengunjungi pantai selama festival lumpur tahunan. REUTERS/Lee Jae-Won

    Sejumlah orang bermain di lumpur selama Festival Lumpur Boryeong di Pantai Daecheon di Boryeong, sekitar 190 km barat daya Seoul, 15-7, 2012. Sekitar 2 sampai 3 juta wisatawan domestik dan internasional mengunjungi pantai selama festival lumpur tahunan. REUTERS/Lee Jae-Won

    TEMPO.CO , London:  Sekitar 300 orang rela merangkak pada permukaan lumpur tebal di tepi Sungai BlackWater, Essex, Sabtu, 4 Mei 2013. Beberapa dari mereka berlari dalam balutan kostum aneh. Seperti bajak laut; biarawati; gaun pengantin; atau Tin Man, manusia kaleng dalam film Wizard of Oz.

    Ratusan orang ini bukan korban bencana alam. Mereka tengah berlomba dalam Maldon Mud Race. Digelar setiap tahun, Maldon Mud Race memberikan jalur lumpur sejauh 400 meter kepada pesertanya. "Mereka harus mengeluarkan banyak tenaga untuk bisa melangkah dalam lumpur yang lengket," tulis Mail Online, Ahad, 5 Mei 2013.

    Di Northamptonshire, lomba merangkaki lumpur juga digelar. Di ajang Tough Mudder, sekitar 14 ribu peserta diuji ketahanannya sepanjang 11 kilometer dan 22 rintangan bergaya militer. "Mereka harus berjuang melalui api, tercemplung ke air dingin, merambati dinding setinggi tiga meter, mengarungi rawa berlumpur, dan merangkak di terowongan bawah tanah," tulis Mail Online.

    Bila berhasil mencapai garis finish, pejuang lumpur tidak mendapatkan hadiah uang atau benda mewah. Yang mereka terima hanyalah ikat kepala jingga dan kaos. "Ajang ini bukanlah kompetisi," kata juru bicara Tough Mudder. "Ini adalah tantangan bagi tiap peserta untuk belajar bekerja sama dalam tim."

    Kata Wakil Presiden Tough Mudder UK, Sarah Harvey, 2013 adalah tahun yang menarik untuk merangkak di lumpur. Sebab cuaca yang tak menentu membuat medan tantangan tidak dapat diprediksi. "Teutama di London North Mudders," kata dia.

    Tough Mudder berdiri dengan gagasan Will Dean dan Guy Livingstone. Diluncurkan pada Mei 2013 di Inggris, Tough Mudder kini merajalela ke Amerika dan Australia. "Hingga kini, peserta Tough Mudder mencapai sepersejuta orang di seluruh dunia."

    MAIL ONLINE | CORNILA



    Topik Terhangat:
    Pemilu Malaysia | Harga BBM | Susno Duadji | Ustad Jefry | Caleg

    Terpopuler:

    Siapa Vitalia Shesya, Teman Dekat Ahmad Fathanah? 
    Istri Gus Dur Minta Segel Masjid Ahmadiyah Dibuka

    Duit Ahmad Fathanah Mengalir ke Artis 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.