Pemilu Malaysia, JK Akan Temui Najib dan Anwar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Malaysia Najib Razak menunjukkan jarinya yang ditandai dengan tinta setelah memberikan suara dalam pemilu di di sebuah TPS di Pekan, negara bagian Pahang, Malaysia, Minggu (5/5). AP/Lai Seng Sin

    Perdana Menteri Malaysia Najib Razak menunjukkan jarinya yang ditandai dengan tinta setelah memberikan suara dalam pemilu di di sebuah TPS di Pekan, negara bagian Pahang, Malaysia, Minggu (5/5). AP/Lai Seng Sin

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Mantan Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla tiba di Kuala Lumpur Malaysia hari ini, Senin, 6 Mei 2013. Rencananya, ia akan menemui Perdaan Menteri Malaysia Najib Razak dan pemimpin oposisi Anwar Ibrahim, sehari pasca pemilu raya Malaysia ke-13.

    “Tujuan utamanya untuk memberi dukungan kepada dua sahabat saya, Najib Razak dan Anwar Ibrahim yang bertanding dalam pemilu Malaysia kemarin,” kata JK menjawab pertanyaan Tempo tentang maksud kedatangannya ke Malaysia.

    Lebih jauh, Jusuf Kalla mendukung rencana rekonsiliasi nasional yang dilontarkan Ketua Umum UMNO dan Barisan Nasional, Najib Razak, pasca pengumuman kemenangan Barisan Nasional. “Rencana rekonsiliasi nasional yang direncanakan Najib cukup baik. Karena jika Malaysia mencapai kestabilan politik, maka akan berdampak positif juga bagi kondisi kawasan sekitarnya,” ujarnya. 

    Kedatangan Jusuf Kalla didampingi ketua umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra dan mantan Menteri Hukum dan HAM Hamid Awwaluddin. Rencananya usai menemui kedua tokoh tersebut JK akan bertolak kembali ke Indonesia.

    MASRUR (KUALA LUMPUR)

    Pemilu Malaysia | Harga BBM | Susno Duadji | Ustad Jefry | Caleg

    Baca juga:
    Ini Motif Perbudakan Buruh Panci di Tangerang

    Massa Bakar Al-Quran di Masjid Jemaat Ahmadiyah

    Ini Kata Dubes Inggris Soal Kantor OPM di Oxford

    Anwar Ibrahim Berkicau Menangkan Pemilu Malaysia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.