Oposisi Malaysia Laporkan Pelanggaran Pemilu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pemilih menunjukkan jarinya setelah memberikan suara dalam pemilu di Pekan, 300 km timur Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (5/5). REUTERS/Bazuki Muhammad

    Seorang pemilih menunjukkan jarinya setelah memberikan suara dalam pemilu di Pekan, 300 km timur Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (5/5). REUTERS/Bazuki Muhammad

    TEMPO.CO , Jakarta: Kubu oposisi melaporkan adanya berbagai pelanggaran dalam Pemilihan Raya Umum ke-13 di Malaysia kemarin. Salah satu bentuk pelanggarannya adalah banyaknya pemilih bayaran di berbagai tempat. “Sudah saya laporkan kepada kepolisian,” kata Rafizi Ramli, seorang pejabat Partai Keadilan Rakyat, kemarin.

    Pelanggaran itu, menurut Rafizi, ditemukan di bilangan Ampang—sebuah distrik di Kuala Lumpur. Laporan-laporan soal pelanggaran lain juga diunggah warga Malaysia lewat laman media sosial: Facebook dan Twitter. Kebanyakan mereka mengunggah foto para “pengundi hantu” (pemilih bayaran) di tempat pemungutan suara (TPS). Selain soal pengundi, kata Rafizi, pelanggaran lain dilakukan Komisi Pemilihan Umum dengan menyiapkan tinta yang gampang luntur.

    Kemarin, sekitar 13,3 juta warga Malaysia yang memiliki hak politik berduyun-duyun antre di lebih dari 8.200 TPS. Pemilihan kali ini akan menentukan siapa penguasa Malaysia lima tahun ke depan.

    Proses pemungutan suara berlangsung serentak sejak pukul 08.00, dan berakhir pukul 17.00 waktu setempat. Berdasarkan pengamatan Tempo di lapangan, kebanyakan warga mengambil kesempatan memberikan suara pada pagi hari. Di beberapa tempat di kawasan Brickfields dan Lembah Pantai, penyelenggaraan terlihat berlangsung lancar dan aman.

    Namun, seperti disaksikan Tempo, di wilayah Gombak, Selangor, bentuk pelanggaran dilakukan kedua kubu. Di TPS masih terjadi kampanye-kampanye politik dengan menunjukkan atribut partai. Bendera dan poster-poster sengaja diangkat di depan pintu TPS.

    Menanggapi laporan tentang adanya pelanggaran itu, Ketua KPU Malaysia Tan Sri Datuk Seri Abdul Aziz Yusof menggelar jumpa pers di kantornya. Dia membantah tudingan bahwa kualitas tinta rendah. “Lihat tangan saya, sudah saya cuci tapi masih bagus,” katanya.

    Menurut Abdul Aziz, memang ada cairan biru yang terlarut saat tangan dicuci. Namun tanda hitam di jarinya tidak ikut luntur. “Kami imbau para pemilih tidak terprovokasi oleh kabar dari blog atau media sosial yang tak dapat dipertanggungjawabkan.”

    Sedangkan Kepala Polisi Malaysia, Tan Sri Khalid Abu Bakar, mempersilakan berbagai pihak melaporkan kecurangan yang terjadi. Ia berjanji mengambil langkah tegas terhadap pelaku pelanggaran. “Termasuk yang disebut para pengundi bayaran, jika buktinya cukup,” katanya.

    Sandy Indra Pratama| Anne Muhammad| Masrur (Kuala Lumpur)


    Topik Terhangat:
    Pemilu Malaysia
    | Harga BBM | Susno Duadji | Ustad Jefry | Caleg

    Baca juga:
    25 Buruh Panci Disekap, 3 Bulan Tidak Mandi


    Bos Pabrik Panci yang Siksa Buruh Jadi Tersangka

    Kisah Buruh Pabrik Panci Kabur dari Sekapan Bos

    Finalis X Factor Indonesia Ramaikan Konser Lenka

    Profil Andressa Urach, Selingkuhan Ronaldo


    Korban Tewas Bom TNI Sempat Dapat Uang dari SBY



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.