Ratu Elizabeth Palsu Akan Bersaksi di Pengadilan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyiar radio 2day FM Mel Greig (kiri) dan Michael Christian. REUTERS/Southern Cross Austereo/Handout

    Penyiar radio 2day FM Mel Greig (kiri) dan Michael Christian. REUTERS/Southern Cross Austereo/Handout

    TEMPO.COLondon - Presenter radio Australia akan memberikan keterangan pada kasus kematian seorang perawat yang gantung diri setelah menerima teleponnya. Sang perawat, Jacintha Saldanha, saat itu tengah berjaga di bangsal tempat Kate Midleton dirawat akhir tahun lalu.

    Mel Greig, nama presenter itu, menelepon Saldanha dengan berpura-pura sebagai Ratu Elizabeth. "(Greig) akan dimintai keterangan seputar perannya dalam peristiwa tragis sebagai bagian dari pemeriksaan," kata pengacaranya dalam sebuah pernyataan.

    Pemeriksaan, yang sedianya akan dimulai di London Kamis ini, telah ditunda sampai 12 September. Mundurnya pemeriksaan demi alasan pengumpulan lebih banyak bukti. Tak jelas apakah ia akan mendatangi pengadilan di london atau memberi keterangan melalui jaringan video conference.

    Saldanha, 46, ditemukan tergantung di asrama perawat di London, sehari setelah ia menjawab panggilan dari Greig dan rekannya, Michael Christian dari stasiun radio Australia, 2Day FM. Keduanya dalam telepon ini berpura-pura menjadi Ratu Elizabeth dan Pangeran Charles, ayah William. Saldanha yang menjawab telepon itu mengungkapkan secara rinci kondisi kesehatan Kate yang dirawat karena morning sickness yang akut di awal kehamilannya.

    2DayFM membatalkan acara keduanya. Regulator Australia meluncurkan sebuah investigasi untuk melihat apakah stasiun melanggar kode etik penyiaran di negara itu. Southern Cross Austereo, perusahaan induk dari stasiun radio itu juga telah meminta maaf dan berjanji untuk menyumbangkan pendapatan iklan untuk dana bagi keluarga Saldanha dengan kontribusi minimal US$ 525 ribu.

    REUTERS | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.