Pemerintahan Koalisi Italia Dilantik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Enrico Letta. (AP Photo/Gregorio Borgia)

    Perdana Menteri Enrico Letta. (AP Photo/Gregorio Borgia)

    TEMPO.CO, ROMA — Presiden Italia Giorgio Napolitano melantik pemerintahan koalisi Ahad 28 April 2013. Perdana Menteri Enrico Letta diambil sumpah bersama 21 menteri di Istana Kepresidenan di ibu kota Roma. 

    Letta, 46 tahun, politisi moderat dari kubu kiri, Partai Demokratik, dipilih secara langsung oleh Napolitano untuk mengakhiri kebuntuan politik selama dua bulan terakhir. Sejak hasil pemilu Februari lalu, tidak ada satu pun partai yang berhasil meraup suara mayoritas.

    Letta pun berhasil membentuk kabinet yang berisi semua elemen politik di Italia. Meski mendapat tentangan dari internal partai, ia memasukkan rival politiknya, termasuk dari Partai Kebebasan yang beraliran kanan. Kehormatan pun diberikan kepada Angelino Alfano, tangan kanan bekas perdana menteri dan taipan Silvio Berlusconi. Alfano didapuk menjadi Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Dalam Negeri.

    Fabrizio Saccomanni, bekas direktur di bank sentral Italia, ditunjuk sebagai Menteri Keuangan dan Perekonomian. Adapun bekas komisioner Uni Eropa, Emma Bonino, didapuk sebagai Menteri Luar Negeri. Sedangkan posisi Menteri Kehakiman diduduki Anna Maria Cancellieri, bekas menteri dalam pemerintahan Mario Monti.

    Tapi Letta mengabaikan gerakan Lima Bintang yang dipelopori komedian Beppe Grillo. Komedian ini mencuri perolehan suara dalam pemilu parlemen dua bulan lalu.

    “Ini adalah tim menteri yang sangat kompeten dan muda, rata-rata usia menteri adalah 53 tahun. Selain itu kabinet ini memasukkan banyak perempuan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat. Saya sangat puas dengan tim ini,” kata Letta dalam konferensi pers.

    Namun pelantikan ini diwarnai insiden penembakan di kantor perdana menteri, yang terletak hanya satu kilometer dari Istana Presiden. Seorang pria asal Calabria menembak dua polisi yang sedang menjaga kantor tersebut. Massa yang tengah menunggu kedatangan Letta dbersama polisi berhasil menangkap pria tersebut.

    Belum diketahui motif serangan tersebut. Wali Kota Roma Gianni Alemanno menampik tudingan pelaku merupakan teroris. “Ini bukan aksi terorisme. Tapi saya yakin masalah politik selama beberapa bulan terakhir menjadi salah satu faktor pemicu,” tutur Alemmano kepada wartawan.

    Kondisi salah satu polisi yang tertembak kini kritis karena tertembak di bagian leher.

    L REUTERS | EURONEWS | FRANCE 24 | SITA PLANASARI AQUADINI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.