Terkait Surat Beracun ke Obama, Dutschke Ditangkap

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Amerika Serikat Barack Obama. AP/Susan Walsh

    Presiden Amerika Serikat Barack Obama. AP/Susan Walsh

    TEMPO.CO, Missisipi - Agen federal menangkap seorang instruktur seni bela diri di Missisipi, Sabtu 27 April 2013, terkait surat beracun yang diterima Presiden AS Barack Obama dan satu senator Amerika Selasa pekan lalu. Kepala Polisi Kota, Tony Carleton mengatakan, penangkapan terhadap Everett Dutschke, 41 tahun, di rumahnya Sabtu pagi tanpa diwarnai insiden. Ia kini ditahan oleh US Marshall.

    Belum segera diketahui apakah Dutschke akan didakwa dalam kasus surat berisi racun yang mematikan, Risin. Dibuat dari ekstrak biji jarak, racun ini mematikan bagi manusia.

    Agen dari Biro Penyelidik Federal (FBI), US Capitol Police, serta anggota Tim Respon anti-Teroris dari Mississippi National Guard menggeledah rumah Dutschke pada Selasa dan Rabu lalu, serta studionya. Agen FBI mengawasi juga rumah Dutschke sejak Jumat sore hingga malam, yang kemudian dilanjutkan dengan penangkapan terhadapnya pada Sabtu dini hari.

    Jaksa Amerika Serikat Selasa 16 April 2013 lalu membatalkan dakwaan terhadap Paul Kevin Curtis, warga Missisipi lainnya, dalam kasus surat beracun ini. Ia akhirnya dibebaskan dari penjara setelah petugas keamanan yang menggeledah rumahnya tak menemukan ada bukti yang menguatkan bahwa ia adalah pengirim surat beracun itu.

    Surat beracun itu ditujukan kepada Senator Roger Wicker, Republikan dari Mississippi, selain kepada Obama. Surat itu berhasil dicegat di fasilitas pengecekan sebelum sampai kepada yang dituju. Penemuan surat ini menambah kecemasan Amerika Serikat karena terjadi sehari setelah pengeboman di Boston, yang menewaskan 3 orang dan melukai lebih dari 200 lainnya.

    Reuters | Abdul Manan 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.