Warga Iran Bantah Ikut Plot Pengeboman di Thailand  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi memeriksa lokasi dekat meledaknya bom di halte bus, Bangkok, Thailand (25/7). AP/Apichart Weerawong

    Polisi memeriksa lokasi dekat meledaknya bom di halte bus, Bangkok, Thailand (25/7). AP/Apichart Weerawong

    TEMPO.CO, Bangkok - Saeid Moradi, pria berkebangsaan Iran, mengaku tak bersalah atas tuduhan plot teror di Thailand. Kata Moradi, pada 14 Februari 2012 itu, ia berusaha membuang dua bom rakitan yang bukan miliknya, tapi meledak.

    Saeid Moradi mengatakan, ia menemukan bom dalam lemari di rumah tempat dia tinggal. Ia mengaku tidak tahu dari mana asal bom itu.

    Pengacara Moradi memberikan keterangan serupa sebelumnya. Tapi kesaksian Moradi ini adalah yang pertama dari kata-katanya sendiri sejak sidang kasus ini dimulai tahun lalu.

    Moradi dan seorang warga Iran lainnya, Mohammad Kharzei, 27 tahun, menghadapi ancaman 27 tahun penjara atas tuduhan kepemilikan bahan peledak itu dan menyebabkan ledakan yang merusak sejumlah bangunan.

    Penyelidik kepolisian Thailand percaya orang-orang itu berencana untuk menyerang diplomat Israel di negara ini.

    Israel curiga bahwa ini bagian dari plot untuk menyerang kepentingannya karena terjadi sehari setelah serangan terhadap diplomatnya di Tbilisi, Georgia, dan New Delhi, India. Israel menuding Iran berada di balik plot itu, tapi Teheran membantahnya.

    TIMES OF ISRAEL | ABDUL MANAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.