Konvoi Wali Kota di Filipina Diserang, 12 Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • President Filipina, Benigno Aquino. REUTERS/Malacanang Presidential Palace/Handout

    President Filipina, Benigno Aquino. REUTERS/Malacanang Presidential Palace/Handout

    TEMPO.CO, Manila -  Sejumlah pria bersenjata di Filipina menembaki seorang wali kota dan rombongannya usai berkampanye untuk pemilu lokal. Aparat keamanan Filipina, Jumat, 26 April 2013 mengatakan 12 orang tewas dalam penembakan itu, termasuk putri wali kota.

    Rombongan Abdul Malik Manamparan, Wali Kota Nunungan, diserang kelompok bersenjata usai mengikuti rangkaian kampanye di sebuah desa, Kamis, 25 April 2013. Dia terluka dalam insiden itu.

    Manamparan adalah anggota dari sebuah partai koalisi yang berkuasa di Filipina saat ini.

    "Motif penyerangan diyakini terkait politik atau rido," kata Brigjen Daniel Lucero, komandan militer di wilayah tersebut. Rido adalah istilah Filipina untuk perang klan.

    Istana Kepresidenan Filipina mengutuk serangan tersebut. Polisi menyebut ini sebagai insiden paling berdarah menjelang pemilihan umum 13 Mei.

    Filipina akan memilih 12 senator, 289 perwakilan untuk majelis rendah Kongres, dan mengisi lebih dari 17.000 posisi pejabat lokal di seluruh negeri melalui pemilu ini.

    REUTERS | ABDUL MANAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.