3 WNI Bawa Sabu-sabu Tertangkap di Filipina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Petugas Bea dan Cukai Filipina menangkap tiga wanita warga negara Indonesia di Bandara Ninoy Aquino, Manila, Filipina. Ketiganya tertangkap basah membawa hampir 10 kilogram sabu-sabu (methamphetamine hydrochloride)."Aparat Bea dan Cukai menangkap mereka Minggu (5/9), sekitar pukul 22.00 waktu setempat," kata Direktur Grup Keamanan Penerbangan Filipina Jenderal Andy Caro kepada Tempo, melalui sambungan telepon, Senin (6/9). "Bea dan Cukai Filipina mencurigai tas tangan yang mereka bawa. Saat diperiksa, di tiap-tiap tas ditemukan sabu-sabu," Caro memaparkan. Caro mengungkapkan, Herawaty Ng., 50 tahun, membawa 3,5 kilogram sabu-sabu, Khoe Hong Gek (46) 3 kilogram, dan Maimun Wagimin (43) 2,75 kilogram. Kalau harga setiap gram di pasar gelap Manila sekitar 2.000 peso, seluruhnya diperkirakan bernilai 20 juta peso (Rp 3,32 miliar)."Ketiga tersangka kini diinterogasi Badan Pemberantasan Narkoba Filipina (PDEA)," kata Caro. Kepala Badan Pemberantasan Narkoba Filipina (PDEA) Mayor Roseler Fabian membenarkan pemeriksaan itu. Dia mengungkapkan, dari pemeriksaan diketahui mereka hanya kurir. "Mereka disuruh seseorang membawa sabu-sabu itu ke Filipina," katanya. Rencananya, menurut Fabian, ketiga tersangka yang terbang dari Hong Kong menumpang pesawat Philippine Airlines dengan nomor penerbangan 307 itu akan menginap di Hotel Atrium, Manila. Setibanya mereka di hotel, majikan tersangka akan menelepon pemesan di Filipina supaya mengambil titipan itu. Fabian mengungkapkan, pihaknya sejauh ini masih menyelidiki identitas majikan ketiga tersangka berikut jaringan penjualannya. Dia menambahkan, ketiga tersangka menggunakan paspor yang dikeluarkan kantor Imigrasi Medan, Sumatera Utara. Herawaty Ng. disebutkan di paspor lahir di Peureulak, Aceh, 20 Juli 1954. Paspornya berlaku pada 17 April 2002-17 April 2007. Khoe Hong Gek lahir di Medan, 8 September 1958. Paspornya berlaku pada 26 Januari 2004-26 Januari 2009. Maimun Wagimin lahir di Medan, 18 Januari 1961. Paspornya berlaku pada 24 Februari 2000-24 Februari 2004. "Dari pengakuan mereka, dari Jakarta mereka berangkat pada 2 September," kata Fabian. Sumber Tempo di kepolisian Filipina menyebutkan, ketiga tersangka sebenarnya sudah menjadi incaran kepolisian Indonesia dan Filipina. Dia mengatakan, polisi Filipina sudah menerima data ketiga tersangka dari Indonesia untuk penangkapan tersebut. Dia berharap, penangkapan ketiga kurir itu dapat menjadi jalan untuk menangkap sang bandar. Caro mengungkapkan, ketiga tersangka terancam hukuman 10-20 tahun penjara, dan bukan hukuman mati.Sabu-sabu adalah turunan amfetamin dengan efek lebih kuat dan cepat ketimbang ekstasi. Ketergantungan pada obat terlarang ini menimbulkan suasana hati yang mudah berubah, rasa gelisah, mudah marah, bingung, dan paranoid. Pemakaian sabu-sabu bisa dilacak dari urine dua sampai empat hari setelah pemakaian. faisal

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?