Tim Indonesia Pantau Pemilu Pakistan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Malala Yousafzai, gadis berusia 15 tahun dari Pakistan ini adalah pejuang pendidikan bagi pelajar perempuan di negaranya. (file Asianews.it)

    Malala Yousafzai, gadis berusia 15 tahun dari Pakistan ini adalah pejuang pendidikan bagi pelajar perempuan di negaranya. (file Asianews.it)

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim pengamat asal Indonesia yang tergabung dalam Asian Network for Free Elections (Anfrel) pekan depan tiba di  Pakistan turut melakukan pemantauan atas  jalannya  pemilihan umum di negara itu awal Mei mendatang.

    Dalam pernyataan pers Kedutaan Besar Pakistan untuk Indonesia yang diterima Tempo,  malam ini, Kamis , 24 April 2013,  menyebutkan ini pertama kalinya ada warga Indonesia ikut serta  memantau  jalannya pemilu  di Pakistan. Mereka adalah  Yohannes Bosco, Johny Barliyanta, Pipit Apriani, Taibah Istiaqamah Bayati, dan Nursanita Nasution (mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat).

    Kehadiran mereka bersama 57 pemantau internasional lainnya yang diwadahi National Democratic Institute (NDI)  untuk memastikan pemilu berlangsung bebas dan adil.  

    Pemilu di negara  berpenduduk sekitar 170 juta jiwa  akan diadakan pada 11 Mei mendatang. Pemilu akan menentukan keberlanjutan kepemimpinan sipil di negara pemilik senjata nuklir dan kerap diwarnai sejumlah guncangan politik dalam negeri.

    Komisi Pemilihan Pakistan menyambut baik kehadiran pengamat Indonesia yang dinilai telah memiliki pengalaman dan pengetahuan yang baik. Tim pengamat pun dipastikan sudah memenuhi persyaratan keberangkatan sehingga minggu depan mereka akan tiba di sana.

     

     MARIA RITA I ZEE NEWS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.