Tersangka Al-Qaeda di Spanyol Puji Bom Boston

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi Irak memegang potret para tersangka militan Al-Qaidah yang kabur dari Penjara Basra, Irak (15/1). AP

    Polisi Irak memegang potret para tersangka militan Al-Qaidah yang kabur dari Penjara Basra, Irak (15/1). AP

    TEMPO.CO, Madrid - Polisi Spanyol menangkap dua tersangka anggota Al-Qaeda cabang Afrika Utara di Spanyol. Salah satu tersangka yang ditangkap diketahui memuji pengeboman di Boston. Tapi tak ada satu pun yang diketahui memiliki bahan peledak atau akan merencanakan serangan.

    Menteri Dalam Negeri Spanyol Jorge Fernandez Diaz kepada wartawan, Selasa 23 April 2013 mengatakan, ada alasan yang cukup untuk melakukan penangkapan untuk menghindari "risiko yang lebih besar." Dua tersangka berkewarganegaraan Aljazair dan Maroko.

    Fernandez mengatakan, salah satu tersangka memuji serangan bom di Boston, Amerika Serikat, Senin 15 April 2013, yang menyebabkan 3 orang tewas dan lebih dari 180 lainnya luka-luka. Kantor berita Europa Press, mengutip menteri, mengatakan, pujian itu ditemukan dalam dokumen yang disita oleh polisi saat menangkap dua tersangka itu.

    Kementerian Dalam Negeri Spanyol mengatakan Nou Mediouni, warga Aljazair, ditangkap di kota timur laut Zaragoza. Hassan El Jaaouani, warga Maroko, ditangkap di tenggara kota Murcia. Mediouni, 23 tahun, sedang belajar komputer di negara itu. Sedangkan El Jaaouani, 52 tahun, tak bekerja dan pernah terkait kasus kejahatan kecil.

    Kementerian Dalam Negeri menduga keduanya merupakan sel yang terkait AQIM (Al-Qaeda in the Islamic Maghreb), cabang dari jaringan teroris yang beroperasi di barat laut Afrika. Kementerian mengatakan, kedua tersangka secara teratur mengunjungi sebuah situs internet yang digunakan oleh AQIM untuk merekrut anggota.

    CBS News | Abdul Manan 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.