Restoran di Jepang Sediakan Piranha Goreng  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Piranha. fun.mnogoo.mk

    Piranha. fun.mnogoo.mk

    TEMPO.CO, Tokyo - Sebuah restoran di resort spa Nara Kenko Land di Jepang menyajikan menu tak biasa, pirania no amazonesu, alias piranha goreng dari Amazon. Ikan ini disajikan dengan baluran tepung dan digoreng renyah.

    Yang menarik, piranha itu diatur sedemikian rupa sehingga saat matang dalam posisi mulut menganga, memamerkan geliginya yang tajam.

    Situs RocketNews24 melaporkan, hidangan piranha ini dipesan terutama karena sensasinya. Rasanya sendiri tak terlalu luar biasa, bahkan ada sedikit bau busuk tercium. Namun, koki restoran itu menyatakan hidangan ini lumayan populer.

    Piranha adalah ikan buas dari lembah Amazon. Makanan utama binatang ini adalah daging. Kawanan ikan ini mampu menyantap sapi yang terjebak dalam kubangan air hanya dalam hitungan menit.

    Piranha goreng bukanlah satu-satunya cara untuk memakannya. Penduduk asli Amazon biasa menyantapnya dengan cara didadar dalam daun pisang atau direbus dengan tomat, atau dibuat sup yang mereka percaya memiliki efek afrodisiak.

    Menurut National Geographic, adalah biasa bagi nelayan di tempat ini memiliki luka bekas gigitan piranha. Ikan ini bisa mencium bau darah dari radius beberapa mil jauhnya.

    Jika Anda tak suka piranha, restoran ini menyajikan menu lain, yakni amazon kyatfisshu burger, alias burger lele Amazon dan jus brazilian forest smoothie, yang terbuat dari umbu, plum khas Brazil yang kaya vitamin C dan mineral.

    TIME | TRIP B

    Topik Terhangat:
    #Ujian Nasional | #Bom Boston | #Lion Air Jatuh | #Preman Yogya

    Baca juga:
    Buruh Gugat Jokowi ke PTUN

    Ahok Berjanji Putihkan Tunggakan Rusun Marunda

    Jokowi Siap Digugat Buruh

    Demi UN SMP, 9 Siswa Pulau Seribu Naik Kapal 6 Jam


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.