Tamerlan Tsarnaev Pernah Bicara Soal Jihad  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto tersangka Tamerlane Tsarnaev yang diambil tahun 2009. dailymail.co.uk

    Foto tersangka Tamerlane Tsarnaev yang diambil tahun 2009. dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Washington - Tamerlan Tsarnaev, tersangka bom Boston yang tewas tertembak saat diringkus polisi, pernah mengungkapkan ketertarikannya soal jihad. Tamerlan adalah kakak Dzhokhar Tsarnaev, yang juga diduga sebagai tersangka bom Boston Marathon.

    Paman dua bersaudara Tsarnaev, Ruslan Tsarni, menceritakan ada perubahan pada diri Tamerlan dalam beberapa tahun terakhir. Pria 26 tahun itu jadi sering berbicara hal religius. "Tamerlan terlihat berbeda, seperti mengikuti suatu aliran," kata Tsarni. Ia pun menanyakan ke Tamerlan soal aliran yang diikutinya. "Semacam jihad," kata Tsarni mengutip kalimat Tamerlan.

    Bahkan, selama setahun terakhir, Tamerlan banyak mengunduh video jihad ke situs YouTube melalui akun miliknya. Namun soal Dzhokhar, Tsarni mengatakan cukup kaget kala mengetahui keterlibatannya. Sebab, Tsarni mengenal Dzhokhar sebagai anak sopan. Ia pun yakin pribadi Dzhokhar yang dikenalnya tak akan pernah terpikir untuk mencelakai orang tak bersalah. "Mungkin kakaknya yang mempengaruhi dia," ujar Tsarni.

    Tamerlan dan Dzhokhar, kakak beradik etnis Chechens, berimigrasi ke Amerika Serikat sekitar satu dekade lalu. Bersama keluarganya, mereka melarikan diri dari kericuhan antara pemerintah Rusia dengan kaum separatis, kelompok pemberontak etnis Chechen muslim.

    Di Amerika, Tamerlan menikahi perempuan lokal dan memiliki satu putri. Meski tidak pernah lulus, dia pernah duduk di sekolah teknik Bunker Hill Community College. Ia juga jago olahraga boxing. Bahkan, Tamerlan pernah memenangkan pertandingan New England Golden Gloves, kelas berat.

    Julian Pollard, kawan sekamar Tamerlan kala mengikuti turnamen boxing, mengenalnya sebagai orang yang percaya diri. Pollard mengingat Tamerlan sebagai orang yang hanya bicara soal keyakinannya. "Tamerlan yakin dengan kemampuannya dan tak malu-malu," kata Pollard. "Dia juga sangat tertarik dengan agamanya."

    Tamerlan tewas kala tim antiteroris SWAT dan polisi Federal memburunya. Bersama Dzhokhar, Tamerlan sempat beradu tembak dengan polisi. Sedangkan Dzhokar telah mendekam dalam tahanan dengan luka di tenggorokan.

    CBSNEWS | NIEKE INDRIETTA

    Topik Hangat:
    Ujian Nasional | Bom Boston | Lion Air Jatuh | Serangan Penjara Sleman | Harta Djoko Susilo

    Terpopuler:

    Bom Boston Marathon versi Pelajar Indonesia di AS 
    Gempa Cina, Reporter Ini Liputan Berbaju Pengantin

    Perkosaan Keji di India, Korbannya Bocah 5 Tahun

    Kim Jong-Un Ternyata Fan Berat Van Damme

    Setelah Bom Boston, Ada Tembakan di Denver  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.