Setelah Bom Boston, Ada Tembakan di Denver  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Anupam Nath

    AP/Anupam Nath

    TEMPO.CO, Denver -- Insiden kekerasan kembali terjadi di Amerika Serikat. Setelah kasus bom Boston Marathon yang terjadi pada Senin awal pekan lalu, kini letusan tembakan terjadi pada perayaan tahunan mariyuana di Denver, Sabtu malam, 20 April 2013. Akibat peristiwa itu, dua orang dikabarkan mengalami luka-luka.

    Selain melukai dua orang, letusan tembakan itu juga membuat kerumunan orang yang menghadiri perayaan itu kocar-kacir. Juru bicara kepolisian Denver menyatakan, kepolisian kini mencurigai satu atau dua pelaku.

    Saksi mata menggambarkan keadaan saat itu menjadi panik. Beberapa orang berpikir itu adalah letusan petasan. Tapi kemudian ada orang yang mengalami perdarahan. "Aku melihatnya terjatuh dan dia meraih kakinya," kata Travis Craig, 28 tahun, seorang saksi mata. Dia sempat menolong korban dengan membebatnya memakai sabuk.

    Stephanie Riedel, saksi mata lain, mengatakan, dia tengah berdansa hulahoop saat mendengar letusan itu. Seseorang berlari melewatinya, sementara kerumunan orang mulai berteriak dan berlarian. Dia berada sekitar 20 kaki dari suara tembakan dan mendengar empat atau lima letusan. "Aku tidak memahami apa yang terjadi pada awalnya. Kami semua punya waktu yang baik, dan aku merasa kami berada di sini untuk perkumpulan damai. Aku berpikir beberapa orang hanya bermain," kata dia.

    USA TODAY | AMIRULLAH

    Topik Terhangat:
    Ujian Nasional | Bom Boston | Lion Air Jatuh | Kasus Cebongan

    Berita Lainnya:
    FBI Pernah Wawancarai Tersangka Bom Boston
    Generasi Penerus Preman Yogya
    Gun Jack, Legenda Preman dari Kampung Badran
    Ayah Pelaku Bom Boston: Katakan Semua ke Polisi
    Korban Bom Boston Bantu FBI Identifikasi Pelaku


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.