Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Sosok Pelaku Bom Boston di Mata Teman-temannya  

Editor

Juli Hantoro

image-gnews
Dzokhar Tsarnaev sangat terkenal di sekolahnya dan tidak pernah membuat keributan. Ia masuk dalam tim futsal sekolahnya, dan juga pemain voli. Ia pernah berolah raga gulat. huffpost.com
Dzokhar Tsarnaev sangat terkenal di sekolahnya dan tidak pernah membuat keributan. Ia masuk dalam tim futsal sekolahnya, dan juga pemain voli. Ia pernah berolah raga gulat. huffpost.com
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Pelaku bom Boston Maraton Dzhokhar Tsernaev, menurut beberapa rekannya, adalah orang yang periang dan membumi. Selama kuliah di Universitas Massachusetts, di Dartmouth Massachusetts, Dzhokhar tinggal di lantai tiga asrama Pine Dale. (Baca: Bom Boston, Siapa Dzhokhar Tsarnaev?)

Harry Danso, yang tinggal di lantai itu mengisahkan terakhir dia melihat Dzhokhar di lorong asrama pekan ini. "Dia anak yang biasa, anaknya kalem," kata Danso. Pihak universitas tak mau menyebutkan di jurusan apa Dzhokhar menekuni studinya. Namun, ayahnya Anzor Tsarnaev membeberkan kepada AP bahwa anak lelakinya itu menjadi mahasiswa jurusan medis.

The New York Times melaporkan dari transkrip penilaian universitas terungkap bahwa dia gagal dalam banyak mata kuliah. Dalam dua semester di 2012 dan 2013, dia mendapat tujuh nilai buruk, termasuk nilai F untuk mata kuliah: Prinsip-prinsip Kimia Modern, Intro Politik Amerika, dan Kimia Lingkungan.

Menurut Deana Beaulieu, 20 tahun, yang tinggal dua blok dari rumah tersangka di Norfolk Street, dia satu sekolah dengan Dzhokhar saat SMA dan berteman dengan saudara perempuannya.

Menurut Deana, Dzhokhar tak pernah mengungkapkan apa pun tentang pandangan politiknya. "Aku pikir dia akan melanjutkan ke perguruan tinggi, tapi apa yang dilakukannya kini. Aku tak mengerti apa yang terjadi, apa yang membuatnya berbuat seperti itu," kata dia.

Florida Addy, 19 tahun, mengatakan dia tinggal di asrama yang sama dengan Dzokhar tahun ini dan berada di lantai yang sama pada tahun lalu. Dia kerap menyebut Dzokhar drug, kata Russia untuk teman, kata yang pernah diajarkan Dzhokhar kepadanya.

Addy mengatakan dia bertemu Dzhokhar pada pekan lalu, saat dia diberi rokok dari Dzhokhar. Mereka juga biasanya nongkrong di kamarnya atau di apartemen New Bedford, tempat mahasiswa Rusia yang dikenalnya tinggal.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Addy menggambarkan Dzhokhar adalah orang yang membumi dan hangat, namun sedikit misterius. "Dia anak baik.Dia cool. Aku terkejut," ujarnya.

Adapun Tim Kelleher, seorang pelatih gulat di sebuah sekolah yang pernah berkompetisi pada 2010 melawan tim Dzhokhar, mengatakan anak muda itu adalah pegulat tangguh, dan dia tak pernah mendengar pandangan politik Dzhokhar. "Dia anak yang tegar, solid, namun pendiam," kata Kelleher.

BOSTON CHRONICLE | JULI HANTORO

Topik Hangat:

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Indonesia Sumbang 1,09 Persen Kasus Covid-19 Dunia

7 Februari 2021

Seorang wanita meniup kantong plastik saat mengambil sampel udaranya untuk tes Covid-19 menggunakan GeNose C19 di sebuah stasiun kereta di Jakarta, Rabu, 3 Februari 2021. Alat buatan Indonesia ini mulai digunakan untuk screening penumpang kereta jarak jauh. REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana
Indonesia Sumbang 1,09 Persen Kasus Covid-19 Dunia

Indonesia saat ini menempati urutan ke-19 kasus sebaran Covid-19 dari 192 negara.


Orient Riwu Kore Mengaku Ikut Pilkada Sabu Raijua karena Amanat Orang Tua

6 Februari 2021

Bupati terpilih Sabu Raijua, NTT, Orient P Riwu Kore menjadi perbincangan setelah disebut-sebut sebagai warga negara Amerika Serikat. Orient mengakui sempat memiliki paspor AS, namun tidak lantas mengubah status kewarganegaraannya. Facebook.com
Orient Riwu Kore Mengaku Ikut Pilkada Sabu Raijua karena Amanat Orang Tua

Bupati Sabu Raijua terpilih, Orient Riwu Kore, mengungkapkan alasannya mengikuti pemilihan kepala daerah 2020


Tidak Lagi Jadi Presiden, Pemakzulan Donald Trump Tak Cukup Kuat

4 Februari 2021

Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat mengikuti pertemuan dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di Istana di Singapura, 11 Juni 2018. REUTERS/Jonathan Ernst
Tidak Lagi Jadi Presiden, Pemakzulan Donald Trump Tak Cukup Kuat

Tim pengacara Donald Trump berkeras Senat tak cukup kuat punya otoritas untuk memakzulkan Trump karena dia sudah meninggalkan jabatan itu.


Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ 182 Diminta Tak Teken Release And Discharge

3 Februari 2021

Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ 182 Diminta Tak Teken Release And Discharge

Pengacara keluarga korban Lion Air JT 610 meminta ahli waris korban Sriwijaya Air SJ 182 tidak meneken dokumen release and discharge atau R&D.


Krisis Semikonduktor, Senator Amerika Desak Gedung Putih Turun Tangan

3 Februari 2021

Ilustrasi microchip semikonduktor. [REUTERS/Kim Kyung-Hoon]
Krisis Semikonduktor, Senator Amerika Desak Gedung Putih Turun Tangan

Pada 2019 grup otomotif menyumbang sekitar sepersepuluh dari pasar semikonduktor senilai 429 miliar dolar Amerika Serikat.


Amerika Serikat Longgarkan Aturan soal Imigran Suriah

30 Januari 2021

Sekitar ratusan ribu warga Amerika Serikat turun ke jalan pada Sabtu, 30 Juni 2018, menuntut pemerintahan Presiden Donald Trump mengizinkan imigran masuk dan mempertemukan anak imigran dengan orang tua mereka. Reuters
Amerika Serikat Longgarkan Aturan soal Imigran Suriah

Imigran dari Suriah mendapat kelonggaran aturan sehingga mereka bisa tinggal di Amerika Serikat dengan aman sampai September 2022.


Tutorial Membuat Bom Ditemukan di Rumah Pelaku Kerusuhan US Capitol

30 Januari 2021

Gas air mata dilepaskan di antara pengunjuk rasa saat bentrokan dengan polisi di Gedung Capitol pada rapat pengesahan hasil pemilihan presiden 2020 oleh Kongres AS di Gedung Capitol AS di Washington, 6 Januari 2021. Sekitar 350 pasukan Garda Nasional D.C. dikerahkan untuk mengantisipasi kerusuhan yang diperkirakan akan terjadi. REUTERS/Shannon Stapleton
Tutorial Membuat Bom Ditemukan di Rumah Pelaku Kerusuhan US Capitol

Tutorial pembuatan bom ditemukan di rumah anggota kelompok ekstremis Proud Boys, Dominic Pezzola, yang didakwa terlibat dalam kerusuhan US Capitol


Amerika Serikat Kecam Pembebasan Pembunuh Jurnalis Oleh Pakistan

29 Januari 2021

Wartawan asal Amerika Serikat, Daniel Pearl, yang tewas dipenggal pada 2002. Sumber: The Times of Israel
Amerika Serikat Kecam Pembebasan Pembunuh Jurnalis Oleh Pakistan

Pemerintah Amerika Serikat mengecam pembebasan pembunuh jurnalis Wall Street, Journal Daniel Pearl, oleh Mahkamah Agung Pakistan.


Amerika Serikat Izinkan Pensiunan Dokter Lakukan Vaksinasi Covid-19

29 Januari 2021

Dokter umum Luisa Vera bereaksi setelah menerima vaksin virus corona (Covid-19) buatan Pfizer-BioNTech di Universitas Kesehatan Indiana, Rumah Sakit Methodist di Indianapolis, Indiana, Amerika Serikat, Rabu, 16 Desember 2020. Kredit: ANTARA FOTO/REUTERS/Bryan Woolsto/HP/djo/am.
Amerika Serikat Izinkan Pensiunan Dokter Lakukan Vaksinasi Covid-19

Pemerintah Amerika Serikat kini mengizinkan dokter dan perawat yang sudah pensiun untuk memberikan suntikan vaksin Covid-19


Jenderal Israel Minta Joe Biden Tidak Bawa AS Kembali Ke Perjanjian Nuklir Iran

27 Januari 2021

Silinder berisi uranium di fasilitas nuklir Fordow, Iran.[IRNA]
Jenderal Israel Minta Joe Biden Tidak Bawa AS Kembali Ke Perjanjian Nuklir Iran

Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Letnan Jenderal Aviv Kochavi mengatakan hal yang salah jika AS kembali ke perjanjian nuklir Iran