Bom Boston Maraton, FBI Kecolongan?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota polisi menyusuri jalan pada saat mencari Dzhokar Tsarnaev, salah seorang tersangka pelaku bom Boston Marathon, di kawasan Watertown, Massachusetts, (20/4). REUTERS/Lucas Jackson

    Anggota polisi menyusuri jalan pada saat mencari Dzhokar Tsarnaev, salah seorang tersangka pelaku bom Boston Marathon, di kawasan Watertown, Massachusetts, (20/4). REUTERS/Lucas Jackson

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi federal Amerika Serikat, FBI, pernah mewawancarai Tarmelan dan Dzhokhar Tsarnaev, kakak-beradik yang diduga mengebom Boston Maraton, 15 April 2013. Kata ibu mereka, Zubeidat Tsarnaev, FBI menguntit Tamerlan selama tiga sampai lima tahun.

    "Para penyidik itu mengikuti gerak-gerik Tamerlan," kata Zubeidat di Russia Today. "Bahkan mereka mengetahui situs internet yang Tamerlan kunjungi."

    Kata Ketua Komite Keamanan Dalam Negeri Amerika, Michael McCaul, berita soal wawancara FBI dengan Tsarnaev bersaudara ini sangat mengganggu. "Saya baru tahu kalau selama ini FBI telah memantau mereka," kata McCaul ke CNN, Jumat, 19 April 2013. "Informasi ini baru bagi saya."

    Bila kakak-adik Tsarnaev sudah dalam intaian FBI, Mccaul menambahkan, tidak seharusnya bom Boston Maraton terjadi. "Kalau keduanya ada dalam radar, dan FBI membiarkan mereka keluar dari pandangan, itu masalah. Setidaknya bagi saya."

    Seorang pejabat Amerika, yang akrab dengan informasi intelijen, mengatakan bahwa tidak ada indikasi Tarmelan dan Dzhokhar terkait dengan al-Qaeda. Bahkan tak ada ancaman signifikan akan teroris baru di Amerika. "Ini adalah penilaian awal yang masih jauh dari kesimpulan akhir," kata pejabat itu.

    Polisi membekuk Dzhokhar pada Jumat malam. Ketika itu ia tengah bersembunyi dalam perahu yang ada pada halaman belakang sebuah rumah di Watertown. Dalam penangkapannya, Dzhokhar mengalami luka tembak. Sedangkan sang kakak, Tamerlan Tsarnaev, telah meninggal dan dibawa ke Beth Israel Deaconess Medical Center di Boston.

    CNN | CORNILA DESYANA

    Topik Hangat:
    Ujian Nasional
    | Bom Boston | Lion Air Jatuh | Serangan Penjara Sleman | Harta Djoko Susilo

    Berita Terpopuler:
    Kena Gusur, Warga Waduk Pluit Marah kepada Jokowi

    Begini Tampang Tersangka Bom Boston Sesuai CCTV

    Lion Air Jatuh, Boeing Beri Penghargaan Pilot

    Jokowi Dilarang 'Nyapres'

    Jokowi Tak Suka Ujian Nasional


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.