Kisah Warga Lihat Pengejaran Pelaku Bom Boston

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gambar yang dambil dari video rilisan FBI pada Kamis (18/4) ini, memperlihatkan foto tersangka nomor 2 (kiri), bertopi putih, dan tersangka nomor 1 (kanan), bertopi hitam, saat mereka berjalan berdekatan di antara kerumunan massa di Boston, Amerika Serikat, Senin (15/4), sebelum terjadinya ledakan bom di Boston Marathon. AP/FBI

    Gambar yang dambil dari video rilisan FBI pada Kamis (18/4) ini, memperlihatkan foto tersangka nomor 2 (kiri), bertopi putih, dan tersangka nomor 1 (kanan), bertopi hitam, saat mereka berjalan berdekatan di antara kerumunan massa di Boston, Amerika Serikat, Senin (15/4), sebelum terjadinya ledakan bom di Boston Marathon. AP/FBI

    TEMPO.CO, Watertown - Polisi memperingatkan warga agar tidak berada di sekitar lapangan Arsemal dan Jalan Arsenal di Watertown. Dua lokasi itu disebut sebagai lokasi yang bisa membahayakan warga.

    "Ya, kalian harus pergi dari sini. Ada penembak aktif di sini dengan bahan peledak aktif. Pergi!" teriak polisi kepada warga yang tertarik melihat kerumunan polisi.

    Pria yang diduga sebagai pelaku peledakan bom Boston Maraton, seperti dalam foto yang dirilis Kamis lalu, yakni mengenakan topi baseball putih, masih berkeliaran  dan diburu FBI. Polisi meyakini, pria ini adalah tersangka yang menjatuhkan bom di garis finish lomba maraton tersebut. 

    Sejumlah warga memberikan kesaksian ihwal bom tersebut. Peter Jennings, 33 tahun, mengaku sedang tidur di rumahnya, di Jalan Prentiss. Dia terbangun oleh suara ledakan. "Kedengarannya seperti dinamit meledak," katanya, "Saya melihat keluar jendela, dan terlihat cahaya biru."

    Setelah itu, dia menambahkan, lebih dari tiga lusin kendaraan darurat menuju lokasi. Ia pun pergi ke ujung jalan, tempat beberapa tetangga berkumpul. Bau udara, kata dia, seperti akhir dari pesta kembang api. 

    Adam Healy, 31, mengaku sedang membeli rokok di dekat salah satu lokasi penembakan di Watertown. Lalu, terdengar suara tembakan. "Saya mendengar suara tembakan," katanya, "Lalu, terdengar ledakan dan terlihat cahaya di langit. "

    Imran Saif, seorang sopir taksi, tengah bersiap-siap pulang dengan sepeda selepas bekerja. Saat itu, dia mendengar serangkaian suara ledakan. "Terdengar seperti kembang api."

    Dengan bersepeda, ia menuju ke tempat suara ledakan berasal, yang dipikir kembang api tersebut. Saat itu, sudah banyak orang berkerumun dan melambaikan tangan kepadanya. Mereka minta Saif tidak meneruskan perjalanannya. "Aku benar-benar takut saat itu," katanya.

    Sedangkan Dan MacDonald, yang tinggal di Bigelow Avenue, dekat Watertown Square, mengaku sedang menonton TV dan berbicara dengan pacarnya ketika mereka mulai mendengar sirene. Kemudian, dari kejauhan terdengar suara tembakan, dalam waktu sekitar 10 detik. "Mereka datang dari daerah jalan Arsenal. Ada sekitar 10 mobil polisi," katanya.

    BOSTON.COM| ANTO



    Topik Hangat:
    Ujian Nasional
    | Bom Boston | Lion Air Jatuh | Serangan Penjara Sleman | Harta Djoko Susilo

    Berita Terpopuler:
    Kena Gusur, Warga Waduk Pluit Marah pada Jokowi 

    Begini Tampang Tersangka Bom Boston sesuai CCTV 

    Lion Air Jatuh, Boeing Beri Penghargaan Pilot 

    Jokowi Dilarang 'Nyapres' 

    Jokowi Tak Suka Ujian Nasional 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.