Terduga Pelaku Bom Boston Tewas Ditembak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • FBI sempat salah mengidentifikasi Sulahaddin Barhoum (17 tahun) sebagai pelaku Bom Boston. Karena hal tersebut, remaja asal Maroko ini sempat ketakutan dan khawatir keselamatan keluarganya jadi terancam. Dailymail.co.uk

    FBI sempat salah mengidentifikasi Sulahaddin Barhoum (17 tahun) sebagai pelaku Bom Boston. Karena hal tersebut, remaja asal Maroko ini sempat ketakutan dan khawatir keselamatan keluarganya jadi terancam. Dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pria, yang diduga sebagai pelaku peledakan bom Boston Maraton, tewas dalam aksi baku tembak dengan polisi. "Seorang tersangka tewas dalam baku tembak dengan polisi," kata juru bicara kepolisian setempat, Kapten Paul Mac Millan.

    Sebelumnya, warga Boston dikejutkan dengan aksi teror yang dilakukan dua orang pada malam hari pasca-bom Boston Maraton meledak. Terjadi penembakan brutal ke arah kampus Massachuset Institute of Technology (MIT) di Cambridge, Boston.

    Keduanya dipercaya polisi sebagai orang yang sama dengan yang menanam bom di Boston Maraton, yang menewaskan tiga orang pada Senin lalu.

    Menurut Paul MacMillan, polisi masih terus mengejar satu tersangka lagi. Polisi mengatakan pria itu membawa senjata api dan berbahaya. Petugas dari berbagai kantor polisi setempat dan FBI memburunya dan mencarinya dari rumah ke rumah di lingkungan Watertown, Masscahuset untuk menangkapnya.

    Dalam akun Twitternya, @Boston_Police, mengingatkan agar warga di Watertown untuk tetap tinggal di dalam rumah selama polisi mengejar terduga pengebom itu. Sebelumnya, dalam akun Twitter itu juga disebutkan, satu orang tersangka tewas dan tersangka kedua dengan topi putih kabur dan diduga bersenjata serta berbahaya.

    CNN | JULI

    Berita Lainnya:


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?