FBI Identifikasi Calon Tersangka Bom Boston

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto saat ledakan pertama terjadi, para pelari Boston Marathon sedang menuju garis finish ketika bom meledak. Reuters.

    Foto saat ledakan pertama terjadi, para pelari Boston Marathon sedang menuju garis finish ketika bom meledak. Reuters.

    TEMPO.CO, Boston - Biro Penyelidik Federal (FBI), Rabu 17 April 2013, mengaku telah mengidentifikasi pelaku bom maraton di Boston melalui video petugas keamanan yang merekam gambar sebelum ledakan Senin lalu. Ledakan di jantung kota Boston itu menewaskan tiga orang dan melukai lebih 180 lainnya.

    Sumber penegak hukum mengatakan, FBI ingin menginterogasi orang yang terlihat dalam kamera milik Mall Lord and Taylor, yang berada di dekat lokasi ledakan. Dalam kamera tersebut terlihat bahwa orang ini meletakkan paket yang diduga bom kedua sambil berbicara melalui telpon selulernya. 

    Bom kedua dalam ledakan Boston itu berada sekitar 100 meter dari garis finis lomba marathon di Boylston Street, dan tempat bom pertama yang meledak sekitar 12 detik sebelumnya.

    Para penyelidik mengatakan pria itu terlihat di lokasi ledakan kedua dengan mengenakan jaket hitam, kaus bertudung abu-abu. Tingginya sekitar 6 kaki atau 6-kaki-2-inci, menggunakan topi baseball putih, dan saat itu sedang meletakkan ransel di tanah.

    Menurut CBS News, penyelidik sekarang akan memeriksa catatan panggilan dari telepon seluler untuk menentukan siapa yang melakukan panggilan dari lokasi itu tak lama setelah ledakan. Pihak berwenang mengatakan, mereka sedang mencari orang ini, baik sebagai saksi atau sebagai tersangka.

    Presiden Dewan Kota Stephen Murphy mengatakan, ia diberitahu polisi Boston soal para penyelidik yang melihat gambar rekaman kamera department store di dekat garis finish dan cocok dengan deskripsi saksi tentang seseorang yang meninggalkan tempat kejadian saat ledakan terjadi. "Mereka (penyelidik) mungkin di ambang menangkap seseorang,"kata dia.

    Bom yang meledak di Boston itu dibuat dengan menggunakan panci bertekanan (yang sering disebut panci presto) itu, yang dikemas dengan bahan peledak, paku dan bola besi. Penyidik menduga perangkat itu kemudian disembunyikan di tas ransel hitam dan ditinggalkan di tanah.

    Dengan hipotesa ini, penyelidik kini mencari gambar seseorang yang menyeret tas berat berwarna gelap. Satu video dari sebuah departemen store, kata Murphy, "Telah mengkonfirmasi bahwa tersangka terlihat menjatuhkan tas di dekat titik ledakan kedua, dan berlalu."

    Daily Mail | Reuters | New York Post | Abdul Manan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.