AS Butuh 'Sinyal Jelas' dari Korea Utara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengawasi daerah Korea Selatan dari pos militer di pulau Jangjae, di sektor Barat Daya perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan, pada 7 Maret 2013.  AP/KCNA via KNS

    Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengawasi daerah Korea Selatan dari pos militer di pulau Jangjae, di sektor Barat Daya perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan, pada 7 Maret 2013. AP/KCNA via KNS

    TEMPO.CO, Washington - Amerika Serikat menhyatakan tetap terbuka untuk negosiasi "otentik dan kredibel" dengan Korea Utara. Namun Pyongyang perlu menunjukkan keseriusannya untuk bernegosiasi dengan meninggalkan ambisinya untuk menjadi negara nuklir.

    "Sejauh ini, kami belum melihat (sinyal jelas) itu," kata juru bicara Gedung Putih Josh Earnest kepada wartawan di pesawat kepresidenan Amerika Serikat Air Force One, Kamis 18 April 2013. "Tindakan agresif dan kata-kata yang kita lihat dari rezim Korea Utara benar-benar menunjukkan sebaliknya."

    "Kami terbuka untuk negosiasi yang kredibel dan otentik, tapi itu memerlukan sinyal jelas dari rezim Korea Utara, sinyal yang kami belum lihat sejauh ini," kata Earnest.

    Korea Utara, seperti disampaikan Komisi Pertahanan Nasional negara itu, menyatakan bersedia untuk berdialog soal program nuklirnya. Dalam pernyataan yang disiarkan kantor berita Korea Utara KCNA, Kamis 18 April 2013, mereka menuntut pencabutan sanksi Dewan Keamanan PBB jika Amerika Serikat dan Korea Selatan menginginkan ada solusi diplomatik atas ketegangan di Semenanjung Korea itu.

    Reuters | Abdul Manan 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.