Anwar Ibrahim Bebas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Putrajaya:Mantan Deputi Perdana Menteri Malaysia Dato' Sri Anwar Ibrahim kemarin pulang ke rumah sebagai orang bebas setelah Mahkamah Persekutuan membatalkan vonis hukuman penjara atas dakwaan sodomi.Di kediamannya, di Bukit Damansara, Kuala Lumpur, sekitar seribu pendukung menyambut kedatangan Anwar dengan meneriakkan yel-yel dukungan dan berbagai spanduk. Hadir antara lain mantan Presiden Partai PAS Datuk Abdul Hadi Awang serta sejumlah petinggi partai oposisi."Ini awal yang baik dan memberi harapan bagi sistem peradilan yang lebih kredibel," kata Anwar seraya berterima kasih kepada dua hakim yang membebaskannya.Sidang Mahkamah Persekutuan sebelumnya berlangsung sekitar 2 jam 45 menit, dimulai pukul 09.00 waktu setempat (08.00 WIB), dipimpin ketua majelis hakim Datuk Hamid Muhammad dengan anggota Tengku Baharuddin dan Datuk Rahmah Husein.Anwar, yang telah menyelesaikan hukuman enam tahun penjara untuk kasus korupsi yang didakwakan padanya, hadir di pengadilan dengan kursi roda. Leher dan pinggangnya tampak dibalut. Sakit tulang belakang yang dialaminya sudah parah. Ia didampingi istrinya, Datin Sri Wan Azizah Wan Ismail, dan empat anaknya, Nurul Izzah, Nurul Nuhah, Nurul Iman, dan Nurul Hanah.Keputusan majelis hakim tidak bulat. Datuk Hamid dan Tengku Baharudin menerima banding dan membebaskan Anwar, sedangkan Datuk Rahmah Husein menolak.Hamid dan Baharudin menilai cerita yang disampaikan Azizan Abu Bakar, sopir keluarga Anwar yang mengadu disodomi, tidak masuk akal dan berubah-ubah tanggal kejadiannya. Sedangkan Husein menolak banding karena yakin Anwar melakukan sodomi dengan adik angkatnya yang bernama Sukma Darmawan, yang juga bebas berdasarkan keputusan majelis hakim.Keputusan itu seketika disambut riuh ratusan pendukung Anwar yang memadati halaman pengadilan.Salah seorang pengacara Anwar, Sancara Nair, mengatakan kepada Tempo News Room, banding yang diajukan kemarin merupakan yang kedua. Sebelumnya Mahkamah Rayuan (setingkat di bawah Mahkamah Persekutuan dan setingkat di atas Mahkamah Tinggi) telah menolak banding yang diajukan Anwar pada 18 April 2003.Setelah mendengar putusan bebas dari mahkamah, kepada sidang, Anwar meminta hakim dan pemerintah Malaysia membebaskan semua tahanan politik yang terkena jerat Akta Keamanan Dalam Negeri (ISA). Ia menegaskan akan melanjutkan upaya reformasi yang dicetuskannya beberapa tahun lalu."Saya segera berjuang bersama partai oposisi yang berkomitmen pada reformasi," kata Anwar.Ia juga menyatakan terima kasih pada Perdana Menteri Abdullah Ahmad Badawi. "Pendahulunya (Mahathir) tidak akan membuat keputusan seperti ini."Pukul 17.30--bertepatan dengan waktu Anwar dipecat dari jabatan dan pemutusan aliran listrik rumahnya enam tahun lalu--Anwar menggelar jumpa pers. Ia hanya memberi keterangan lima menit sebab harus segera istirahat.Wan Azizah menyatakan puas terhadap keputusan pengadilan. "Perjuangan kita sekarang sudah membuahkan hasil, dan kita akan terus maju memperjuangkan kebenaran," katanya.Ia menambahkan, langkah pertama yang akan dilakukan adalah membawa suaminya ke Jerman untuk menjalani pembedahan tulang belakang yang sudah kronis.Baik Nair maupun Wan Azizah membantah keputusan hakim dipengaruhi Perdana Menteri Malaysia Dato' Abdullah Ahmad Badawi. "Itu tidak benar," kata Nair. Ia mengatakan, ketua majelis hakim dalam kasus kliennya meyakinkan bahwa mereka sama sekali tidak mendapatkan telepon dari Abdullah Badawi.Wan Azizah mengaku sering bolak-balik menemui Abdullah Badawi, tapi tujuannya bukan meminta pembebasan Anwar, melainkan mendesak agar suaminya diizinkan berobat ke luar negeri. Ia juga menampik isu telah ditelepon Badawi dan diberi tahu mengenai putusan hakim.Wakil Presiden Komisi Internasional Juri (ICJ) Param Kumarasamy juga menilai keputusan hakim cukup adil. Hasil itu juga menunjukkan pemerintahan Badawi berupaya menciptakan keadilan. Lebih lanjut Wan Azizah mengatakan belum bisa memastikan kapan suaminya bisa diterbangkan ke luar negeri. Anwar masih menunggu keluarnya paspor dan tiket penerbangan. Rencananya, Anwar akan menjalani perawatan di Alfa Clinic, Muenchen, Jerman. faisal assegaf, adek, t salengke dan taufikurahman hasyim (kuala lumpur), afp

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.