FBI Tangkap Pengirim Surat Beracun ke Obama

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Amerika Serikat Barack Obama. AP/Pablo Martinez Monsivais

    Presiden Amerika Serikat Barack Obama. AP/Pablo Martinez Monsivais

    TEMPO.CO, Washington - Biro Penyidik Federal (FBI), Rabu, 18 April 2013, menyatakan telah menahan Paul Kevin Curtis, pria asal Mississippi "yang diyakini'' bertanggung jawab atas surat surat yang positif mengandung racun risin yang dikirim kepada Presiden AS Barack Obama Obama, seorang senator, dan pejabat lainnya. Curtis ditangkap di rumahnya di Korintus, Missisipi.

    Menurut FBI, Curtis adalah "orang yang diyakini bertanggung jawab atas tiga surat yang dikirim melalui kantor Pos Amerika Serikat yang berisi zat granular yang dalam uji permulaan positif mengandung risin,'' kata FBI, dalam pernyataannya.

    Kantor Obama, Gedung Putih, dan gedung Kongres, Capitol Hill, berada dalam keadaan siaga setelah tes awal terhadap surat yang mereka terima menunjukkan bahwa surat-surat yang mencurigakan itu mengandung risin, jenis racun yang mematikan.

    Saat pemerintah federal menyelidiki lebih lanjut terhadap surat kepada Obama dan Senator Roger Wicker, beberapa senator lainnya melaporkan bahwa mereka juga telah menerima surat yang mencurigakan. 

    Tes awal terhadap surat yang diterima Obama itu memang terbukti mengandung risin. Akan tetapi, analisis laboratorium tambahan sedang berlangsung untuk mengkonfirmasi temuan tersebut. FBI mengatakan, pengujian serupa dilakukan terhadap surat kepada Wicker dan hasilnya bisa didapatkan sekitar 24 sampai 48 jam.

    USA TODAY| ABDUL MANAN

    Topik Terhangat:
    Lion Air Jatuh | Serangan Penjara Sleman| Harta Djoko Susilo | Nasib Anas

    Baca juga:
    EDISI KHUSUS Tipu-Tipu Jagad Maya

    Sunah Rasul Hakim Setyabudi dan Gratifikasi Seks

    Sopir Hakim Setyabudi Tak Tahu Suap Seks Bosnya

    @SBYudhoyono Follow Artis-artis Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.