Obama Dikirimi Surat Beracun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Amerika Serikat Barack Obama. AP/Susan Walsh

    Presiden Amerika Serikat Barack Obama. AP/Susan Walsh

    TEMPO.CO, Washington - Sebuah surat yang ditujukan untuk Presiden Amerika Serikat Barack Obama positif mengandung racun risin. Sebelum sampai di tangan Obama, surat itu 'mampir' di fasilitas surat Gedung Putih untuk selanjutnya dilakukan tes.

    Pejabat kepolisian federal mengatakan surat untuk Obama itu sangat mirip dengan yang dialamatkan kepada Senator Richard Shelby yang juga mengandung risin. Pada Rabu, 17 April 2013, otoritas keamanan membersihkan gedung senat. Kepolisian juga menginvestigasi paket mencurigakan pada kantor Shelby yang berasal dari wilayah pemilihan Alabama.

    Sebagaimana dilansir NBC News, pejabat federal mengatakan pihaknya mengetahui siapa yang mengirimkan surat yang mengandung racun itu, tapi belum ada penahanan. Pihak berwenang masih menunggu hasil tes lebih lanjut.

    Risin adalah zat yang sangat beracun yang bisa membunuh dalam 36 jam setelah terhirup. Dia ditemukan secara alami dalam biji jarak, dan tidak ada antidot alias penawarnya.

    Surat untuk Obama diterima di fasilitas surat di Gedung Putih pada Selasa, 16 April 2013. Sebelumnya, pada saat bom meledak di Boston, sebuah surat dikirimkan ke kantor senator Partai Republik asal Mississippi, Roger Wicker. Surat mencurigakan itu diamankan sebelum diterima pada Wicker. Uji laboratorium menyebut surat itu positif mengandung risin.

    NBC NEWS | AMIRULLAH

    Topik terhangat:

    Bom Boston
    | Lion Air Jatuh | Harta Djoko Susilo | Nasib Anas

    Berita lainnya:
    Bom Boston, Inilah Para Korban Tewas

    Bom Boston Marathon, Polisi Rasis?

    Rusia Tawarkan Bantu Investigasi Bom Boston

    Pakai Bajaj, Dua Guru Inggris Keliling Dunia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Keunggulan Bahan Bakar Campuran Biodiesel B30 Saat Uji Coba

    Biodiesel B30 akan diluncurkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Desember 2019. Ini hasil B30 yang berbahan solar campur minyak kelapa sawit.