Korut Akan Lakukan Serangan Tanpa Peringatan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengunjuk rasa membakar patung bergambarkan pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un, pemimpin Kim Jong Il dan Kim Il Sung pada protes anti-Korea Utara di hari ulang tahun Kim Il Sung ke 101 di Seoul, Korea Selatan, (15/4). (AP Photo/Kin Cheung)

    Sejumlah pengunjuk rasa membakar patung bergambarkan pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un, pemimpin Kim Jong Il dan Kim Il Sung pada protes anti-Korea Utara di hari ulang tahun Kim Il Sung ke 101 di Seoul, Korea Selatan, (15/4). (AP Photo/Kin Cheung)

    TEMPO.CO, Seoul - Korea Utara mengatakan tidak akan memberikan pemberitahuan sebelumnya sebelum menyerang Korea Selatan. "Tindakan balasan kami akan dimulai tanpa pemberitahuan," kata Pyongyang dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan Selasa oleh kantor berita resmi, KCNA.

    Korea Utara mengatakan pihaknya menanggapi apa yang disebutnya sebagai penghinaan dari "otoritas boneka", merujuk pada Korea Selatan. Mereka menyatakan, telah terjadi apa yang disebutnya sebagai "unjuk rasa melawan Korea Utara" di Seoul.

    Pernyataan Korut ini disampaikan usai perayaan ulang tahun pendiri negara mereka, Kim Il Sung, tokoh di balik Perang Korea.

    Kim Min-seok, juru bicara Departemen Pertahanan Korea Selatan, mengatakan ancaman terbaru dari Utara ini sangat disesalkan. Di tengah kekhawatiran bahwa Pyongyang bisa melakukan uji coba rudal, Kim Min-seok mengatakan Korea Selatan terus memonitor pergerakan militer Korut.

    Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara menolak seruan AS untuk melakukan pembicaraan. Ia menyebut seruan itu sebagai "hanyalah sebuah taktik licik" untuk membelokkan ketegangan yang meningkat. "Amerika Serikat mendesak dialog seperti seorang perampok  yang menyerukan solusi yang dirundingkan sambil mengacungkan senjatanya," katanya.

    Pada hari Senin, Menteri Luar Negeri AS John Kerry telah mendesak rezim di Pyongyang untuk menghentikan program nuklirnya dan menghentikan retorika berapi-api jika ingin mengadakan pembicaraan. "Kondisi yang harus dipenuhi adalah bergerak menuju denuklirisasi, menunjukkan keseriusan dalam melakukannya dengan mengurangi ancaman ini, menghentikan pengujian, dan menunjukkan itu benar-benar siap untuk bernegosiasi," katanya. Namun, katanya, Korut tak ada tanda-tanda mengubah sikap.

    CNN | TRIP B


    Topik Terhangat:
    Lion Air Jatuh | Serangan Penjara Sleman| Harta Djoko Susilo | Nasib Anas

    Baca juga:
    EDISI KHUSUS Tipu-Tipu Jagad Maya

    Gayus Tambunan Beli Rumah Dekat Penjara Sukamiskin

    VIDEO Bom Meledak di Boston, #prayforboston

    Ustad Indonesia Orang Berpengaruh di New York


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.