Seusai Bom Boston, Rumah Sakit seperti Medan Perang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang wanita menenangkan temannya, yang terluka di bagian tangan, setelah ledakan bom terjadi dalam acara Boston Marathon ke-117 di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat, Senin (15/4). REUTERS/Dominick Reuter

    Seorang wanita menenangkan temannya, yang terluka di bagian tangan, setelah ledakan bom terjadi dalam acara Boston Marathon ke-117 di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat, Senin (15/4). REUTERS/Dominick Reuter

    TEMPO.COBoston - Semua rumah sakit di Boston mendadak hiruk pada Senin petang waktu setempat, 15 April 2013. Bom meledak di dekat garis finis Boston Marathon dan melukai ratusan orang. 

    Puluhan pasien mendadak memenuhi semua rumah sakit di Boston dengan kondisi kulit terbakar, kaki patah berdarah-darah, dan gendang telinga pecah. 

    "Banyak orang dikirim ke sini dalam kondisi darurat. Ini pemandangan yang tak bisa dilupakan seumur hidup," kata Dr Ron Walls, Pemimpin Department of Emergency Medicine di Brigham dan Women’s Hospital. Para korban, kata seorang dokter, adalah pelari dan penonton.  

    Total ada delapan rumah sakit di Boston, dan semua—tanpa terkecuali—dipenuhi pasien ledakan bom. Ada sedikitnya 144 orang yang berada dalam kondisi kritis, termasuk sedikitnya 10 anak.

    Guna memberikan layanan maksimal, pihak rumah sakit memanggil seluruh staf untuk bekerja dengan waktu ekstra. Rumah sakit juga mengunci rapat semua pintu agar tidak semua orang bisa masuk ke dalam rumah sakit. 

    Petugas keamanan setempat dan penegak hukum lainnya dikerahkan untuk menjaga seputar rumah sakit dengan menenteng senjata otomatis. Mereka sibuk menanyai pasien mengenai apa yang mereka lihat untuk menyelidiki kasus bom ini.

    Di Brigham, staf medis sibuk merawat 31 pasien, yang berusia dari 16 hingga 62 tahun. Mereka umumnya orang-orang yang kehilangan sebagian organ kakinya dan mengalami patah tulang.

    Dr Sushrut Jangi, seorang dokter penyakit dalam di Beth Israel Deaconess Medical Center, terguncang dengan apa yang dilihat. "Ada korban yang dikirim ke sini dalam kondisi kedua kakinya lepas seperti tertiup angin," kata Jangi. "Saya belum pernah melihat kejadian seperti ini."

    BOSTON GLOBE | CHOIRUL

    Baca juga
    EDISI KHUSUS Tipu-Tipu Jagad Maya
    Kata Saksi Bom Boston
    Ustad Indonesia Orang Berpengaruh di New York

    Topik terhangat:
    Partai Demokrat | Agus Martowardojo | Serangan Penjara Sleman | Harta Djoko Susilo |Nasib Anas

    Berita Terpopuler:
    VIDEO Bom Meledak di Boston, #prayforboston

    Bom Boston, Ini Kesaksian Jurnalis Boston.com

    Ustad Indonesia Orang Berpengaruh di New York

    Bom Boston Sebenarnya Ada 7, Meledak 2  

    Yenny Wahid Tolak Gabung ke Demokrat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.