Taliban Pakistan Bantah Terlibat Bom Boston  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang wanita menenangkan temannya, yang terluka di bagian tangan, setelah ledakan bom terjadi dalam acara Boston Marathon ke-117 di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat, Senin (15/4). REUTERS/Dominick Reuter

    Seorang wanita menenangkan temannya, yang terluka di bagian tangan, setelah ledakan bom terjadi dalam acara Boston Marathon ke-117 di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat, Senin (15/4). REUTERS/Dominick Reuter

    TEMPO.CO, Miranshah - Taliban Pakistan, yang mengklaim rencana pengeboman Times Square tahun 2010, membantah keterkaitan mereka dengan bom yang menewaskan tiga orang dan mencederai 100 lainnya di ajang Boston Marathon di Boston, Amerika Serikat, Senin waktu setempat.

    “Kami berkeyakinan untuk menyerang Amerika Serikat dan sekutunya, tapi kami tidak terlibat dalam serangan ini,” kata juru bicara Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), Ehsanullah Ehsan, kepada kantor berita AFP. “Kami tidak terlibat dalam pengeboman, tapi kami akan membidik mereka kapan pun dimungkinkan."

    Ledakan dalam perlombaan lari Boston Marathon, salah satu kegiatan olahraga terkemuka di Amerika, membuat kota-kota lain seperti New York dan Los Angeles meningkatkan kewaspadaan serta membuka kenangan soal serangan 11 September 2001.

    Sebuah tayangan video di-posting di Internet. Konon, TTP mengklaim bertanggung jawab atas upaya ledakan bom mobil di Times Square, New York, 1 Mei 2010. Warga Amerika keturunan Pakistan, Faisal Shahzad, dijatuhi hukuman seumur hidup. Juru bicara TTP kemudian membantah faksinya melatih atau merekrut Shahzad.

    Dalam persidangan, Shahzad mengaku mendapat pelatihan pembuatan bom saat tinggal bersama Taliban Pakistan selama 40 hari. Tapi sekembalinya ke Amerika dia merencanakan pengeboman dan bertindak sendiri.

    Dia juga terlihat dalam video yang menampilkan Hakimullah Mehsud, komandan TTP, yang bersumpah untuk menyerang kota-kota di Amerika Serikat. Basis TTP di wilayah sabuk kesukuan di barat laut perbatasan Afganistan bertanggung jawab atas serangkaian serangan bom bunuh diri di Pakistan. Presiden Barack Obama mengatakan, belum jelas siapa yang mendalangi ledakan bom Boston dan bertekad untuk mengadili pelakunya. Dia tidak menyebutkan kata-kata "teror".

    ASIA ONE | NATALIA SANTI

    Topik Terhangat:

    Lion Air Jatuh|Serangan Penjara Sleman|Harta Djoko Susilo|Nasib Anas

    Baca juga
    EDISI KHUSUS Tipu-Tipu Jagad Maya

    Kata Saksi Bom Boston
    Selamat dari Bom Boston, Dirut BTPN Hobi Lari
    Bom Boston Diduga Disembunyikan di Tong Sampah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.