Temukan Bangkai Elang, India Curigai Pakistan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Burung Falcon saat menangkap burung Merpati dalam sesi latihan di pinggiran Dubai, Uni Emirat Arab, (15/12). Burung Falcon mirip dengan burung Elang dan Hawk tetapi Falcon mampu terbang lebih tinggi dan cepat dari Hawk dan Elang. (AP Photo/Kamran Jebreili)

    Burung Falcon saat menangkap burung Merpati dalam sesi latihan di pinggiran Dubai, Uni Emirat Arab, (15/12). Burung Falcon mirip dengan burung Elang dan Hawk tetapi Falcon mampu terbang lebih tinggi dan cepat dari Hawk dan Elang. (AP Photo/Kamran Jebreili)

    TEMPO.CO, Jaipur -  India mencurigai Pakistan mematai-matai negara itu lewat kamera yang dipasangkan pada kaki burung elang. Kecurigaan itu bermula ketika pasukan keamanan India menemukan elang mati dengan kamera kecil yang memicu bunyi sebuah alarm di dekat perbatasan dengan Pakistan yang dijaga ketat, Senin, 15 April 2013.

    Bangkai burung itu ditemukan di dekat kota benteng kuno, Jaisalmer, jauh di sebelah barat negara bagian padang pasir Rajasthan, di mana pasukan India kerap melakukan latihan perang.

    “Kamera itu dilengkapi dengan alat dan antena,” kata pejabat keamanan perbatasan yang tidak mau disebut namanya.

    Laporan awal memperkirakan burung itu adalah mata-mata militer. Namun kamera yang ditemukan tidak canggih dan ada kemungkinan digunakan pemburu Pakistan. “Meski demikian, kemungkinan adanya mata-mata dari Pakistan tidak dapat dikesampingkan,” katanya, sambil menambahkan bahwa penyelidikan sedang dilakukan.

    Pada 2010, polisi India menangkap seekor burung merpati di bawah penjagaan pasukan bersenjata dengan tuduhan misi mata-mata. Pejabat negara bagian Punjab, yang terletak di utara Rajasthan, mengatakan burung putih itu memiliki cincin yang melingkar pada kakinya. Sebuah nomor telepon dan alamat Pakistan juga tertulis pada tubuhnya dengan tinta merah.

     PAKISTAN TODAY | NATALIA SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.