John Sweeney: Korea Utara Dipimpin Zombie

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto yang diambil dari siaran Televisi KRT memperlihatkan jenazah dari pemimpin Korea Utara Kim Jong-il yang disemayamkan di Istana Kumsusan di Pyongyang, Selasa (20/12). REUTERS/KRT

    Foto yang diambil dari siaran Televisi KRT memperlihatkan jenazah dari pemimpin Korea Utara Kim Jong-il yang disemayamkan di Istana Kumsusan di Pyongyang, Selasa (20/12). REUTERS/KRT

    TEMPO.CO, Pyongyang -  John Sweeney, seorang reporter investigasi asal Inggris, melakukan kunjungan ke Korea Utara. Alih-alih berperan sebagai jurnalis, Sweeney mengaku seorang turis. Semuanya ia lakukan demi mendapatkan gambaran tentang negeri pimpinan dinasti Kim itu.

    "Di sana, jurnalis asing tak diperbolehkan masuk," kata Sweeney dalam artikel Daily Mail, Sabtu, 13 April 2013.

    Waktu di Pyongyang, Sweeney sempat berkunjung ke mausoleum megah Kim Il-Sung dan Kim Jong-Il. Keduanya adalah kakek dan ayah Kim Jong-Un, pemimpin generasi ketiga Korea Utara. Di sana, dua jenazah generasi pertama dan kedua Kim diawetkan dan dibaringkan dalam peti kaca. Pengunjung harus membungkuk ketika mengunjungi mereka.

    "Negeri ini dipimpin oleh zombie dan anaknya," ujar Sweeney. Sama seperti peziarah yang lain, ia pun membungkuk di depan kedua mumi.

    Pernyataan Sweeney itu diamini peneliti Korea Utara asal Amerika, Mark Fitzpatrick. "Korea Utara adalah satu-satunya negara yang dipimpin orang mati," ujar Fitzpatrick. Kim Il-Sung masih dianggap sebagai pemimpin. Setelah mati, ia menjadi dewa."

    Sepanjang berada di Korea Utara, Sweeney tak habis-habisnya terkejut. Bahkan sejak hari pertama tiba di Negeri Gingseng, ia langsung menyadari negara itu tertinggal satu abad di belakang negara lain. Saking buruknya kondisi Korea Utara, Sweeney menggambarkannya sebagai negara yang sedang menghitung mundur ke hari kiamat. "Tidak ada pesawat lalu lalang, tak ada internet, tak ada telepon genggam untuk terhubung ke dunia luar," ujar dia.

    Sepanjang karier, Sweeney pernah meliput rezim Nicolae Ceausescu di Romania, Saddam Hussein di Irak, Muammar Gaddafi di Libya, Robert Mugabe di Zimbabwe, dan Ayatollah Khomeini di Iran. "Tapi Korea Utara adalah negeri tirani paling menakutkan."

    Selama delapan hari di sana, tak ada satu pun warga sipil yang berani berbicara dengan Sweeney. Karenanya ia menganggap, Kim Jong-Un telah membuat seluruh penduduk menjalani perbudakan mental. Ia pun menyebut kepemimpinan Kim sebagai rezim gila, buruk, dan bodoh, secara bersamaan.

    "Tak ada yang lebih buruk dari itu," kata Sweeney. "Yang membuat Korea Utara  makin berbahaya, mayoritas masyarakat tak tahu bahwa mereka tinggal di negara sekotor dan semiskin itu."



    DAILY MAIL | ANDI PERDANA



    Topik Terhangat:
    Serangan Penjara Sleman| Harta Djoko Susilo | Nasib Anas

    Terpopuler:

    Dipecat karena Perintahkan Siswa Perankan Pro-Nazi

    Kekeringan Ancam AS

    Kena Magnitsky Act, 18 Orang Rusia Dilarang ke AS 

    Rusia Cekal Mantan Pejabat Era Bush

    CIA Tak Menjawab Soal Plot Pembunuhan Chavez


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.