Amerika Minta Korea Utara Akhiri Agresi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menaiki perahu menuju pangkalan pertahanan Korea Utara di pulau Wolnae, dekat perbatasan Korea Utara Utara dan Korea Selatan, pada 11 Maret 2013. AP/KCNA via KNS

    Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menaiki perahu menuju pangkalan pertahanan Korea Utara di pulau Wolnae, dekat perbatasan Korea Utara Utara dan Korea Selatan, pada 11 Maret 2013. AP/KCNA via KNS

    TEMPO.CO, Washington - Presiden Amerika Serikat Barack Obama meminta Korea Utara mengakhiri “pendekatan argresi”, Kamis, 10 April 2013. Permintaan itu dikatakan setelah Pentagon menerima laporan intelijen yang menyebutkan Korea Utara sanggup meluncurkan misil balistik nuklir ke wilayahnya.

    Kata Juru bicara Pentagon, George Little, “Laporan intelijen menyebutkan rezim Korea Utara telah menyiapkan uji coba, mengembangkan, atau mendemonstrasikan berbagai jenis senjata nuklir.”

    Little membuat pernyataan itu usai seorang anggota badan legislatif Amerika Serikat memperoleh laporan Badan Intelijen Pertahanan (DIA) di acara dengar pendapat, sebelum Kamis. Dalam laporan, Washington diminta memperhatikan perkembangan program nuklir Korea Utara.

    Menanggapi laporan DIA, sejumlah pengamat Amerika Serikat mengatakan Korea Utara diyakini telah mengembangkan senjata nuklir dan sanggup menembakkan misil balistik. Namun, kemampuan senjata itu masih rendah.

    Obama sendiri bersuara lantang soal perkembangan nuklir Korea Utara. Presiden keturunan Afrika ini menyampaikan kecamannya usai bertemu dengan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon di Gedung Oval. “Siapa pun tak ingin melihat konflik dengan Utara," kata Obama. "Tetapi Amerika Serikat siap melakukan tindakan yang diperlukan untuk mempertahankan diri.”

    Selain itu, Obama mengklaim bila Ban Ki-moon setuju agar Korea Utara mengakhiri agresinya. “Kami berdua sepakat bahwa inilah saatnya Korea Utara mengakhiri pendekatan agresi,” kata Obama. “Sangat penting bagi Korea Utara, seperti negara lain di dunia, untuk menghormati aturan dan norma-norma.”

    AL JAZEERA | CHOIRUL

    Topik Terhangat:
    Sprindik KPK
    | Partai Demokrat | Serangan Penjara Sleman | Harta Djoko Susilo | Nasib Anas

    Berita lainnya:
    'Sipir LP Cebongan Bisa Jadi Komandan Pasukan...'

    Peretas Situs SBY Disidang Tanpa Pengacara

    Bercerai, Jamal Mirdad-Lidya Kandou Pisah Rumah
    Aktris Marshanda Tanya Beban Kerja Jokowi

    Adegan Panas Uli Auliani dengan Aktor Twilight


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.