Mencecap Kue Potongan Jempol dan Irisan Kuping

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi jari keriput. geekosystem.com

    Ilustrasi jari keriput. geekosystem.com

    TEMPO.CO, London- Kebanyakan toko kue atau camilan menawarkan panganan manis dengan warna menarik, seperti rainbow cake. Ada juga gerai makanan yang menampilkan kue berlapis gula-gula dengan bentuk tokoh animasi atau bunga. Tapi pilihan berbeda diambil oleh toko kue Nevie-Pie Cake, di Berkhamstead, Hertfordshire, Inggris.

    Nevie-Pie Cake tidak memajang kue berupa bagus di etalase toko. Yang mereka tawarkan adalah panganan basah berbentuk potongan jari kaki dan irisan telinga berdarah. Untuk kue jari kaki, pembeli bisa memilih jari berjamur, kaligata, dan kuku cantengan. "Bentuk kue-kue ini begitu nyata dan menjijikkan," tulis Mail Online, Selasa, 9 April 2013.

    Di sisi etalase lain, si empunya Nevie-Pie Cake memajang kue rupa asbak, lengkap dengan rokok dan serpihan tembakaunya. Ada pula camilan berbentuk paru-paru yang telah menghitam dengan puntung rokok di sekitarnya. Bahkan masih ada sisa lipstik di salah satu rokok itu. "Di mata bentuknya memang tak menarik. Tapi di mulut, rasanya tetap enak."

    Ide kue potongan tubuh ini muncul pada 2012 lalu. Ketika itu toko kue tengah mengadakan acara bertema Eat Your Heart Out: This Time It's Anatomical 18+. Dan awalnya Nevie-Pie cake hanya memperkenalkan kue irisan telinga saja. Namun kini kreasinya telah bertambah. "Ada juga kue berupa tulang ikan yang telah membusuk." Simak berita unik dunia lainnya di sini.

    MAIL ONLINE | CORNILA DESYANA

    Topik Terhangat:

    Serangan Penjara Sleman || Harta Djoko Susilo || Nasib Anas

    Baca juga:
    Jejak Margaret Thatcher di Indonesia

    Artikel tentang Thatcher Dibanjiri Hujatan

    Kutipan Fenomenal Margaret Thatcher

    Diingatkan Korut, Kedutaan Asing di Pyongyang Cuek


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?