Israel Tahan Pelaku Mogok Makan Palestina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga Arab Israel dan Palestina membawa poster saat menggelar aksi protes di luar sebuah penjara Israel di Ramle dekat Tel Aviv meminta pembebasan sejumlah tahanan Palestina dari penjara Israel, Senin (4/2). REUTERS/Ammar Awad

    Sejumlah warga Arab Israel dan Palestina membawa poster saat menggelar aksi protes di luar sebuah penjara Israel di Ramle dekat Tel Aviv meminta pembebasan sejumlah tahanan Palestina dari penjara Israel, Senin (4/2). REUTERS/Ammar Awad

    TEMPO.CO, Tepi Barat - Pasukan Israel menahan kembali seorang tokoh warga Palestina yang pernah melakukan akasi mogok makan, Rabu dini hari waktu setempat, 10 April 2013, di Tepi Barat.

    Menurut organisasi hak asasi, Addameer, para serdadu itu mendatangi rumah Thaer Halahleh di Ramallah dan langsung menggeledah rumahnya selama dua jam sebelum menahannya.

    Kantor berita Ma'an melaporkan, istrinya, Shirin Halahleh, pingsan saat suaminya ditahan selanjutnya dia dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan.

    Halahleh, 34 tahun, melakukan aksi mogok makan selama 77 hari pada 2012 untuk memprotes penahanannya bersama dengan 2.000 tahanan Palestina lainnya yang pernah berunjuk rasa.

    Mogok makan itu dilakoni dalam rangka memperingati Hari Tahanan pada Selasa, 17 April 2012. Selain mogok makan, ribuan warga Tepi Barat dan Jalur Gaza menggelar unjuk rasa untuk mendukung 4.800 tahanan Palestina yang kini masih berada di penjara Israel.

    Addameer menerangkan, Halahleh menghabiskan 6,5 tahun di penjara Israel tanpa alasan yang jelas kecualai dianggap sebagai pelaku kriminal. Dia dibebaskan pada Juni 2012 setelah ada kesepakatan dengan otoritas Israel untuk membebaskanya pada akhir masa penahanannya. Bapak dua orang anak ini juga pernah ditahan kembali pada November 2012 selama beberapa hari.

    AL AKHBAR | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.