Militer Korea Selatan Tetapkan Siaga Perang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Marinir Korsel berjaga dekat basis militer di pulai Yeonpyeong. ANTARA/REUTERS/Jo Yong-Hak

    Marinir Korsel berjaga dekat basis militer di pulai Yeonpyeong. ANTARA/REUTERS/Jo Yong-Hak

    TEMPO.CO, Seoul - Militer Korea Selatan mengeluarkan status siaga perang menyusul kian meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea. Demikian keterangan seorang pejabat senior militer.

    Komando Pasukan Gabungan di Seoul telah memasuki status Watchon 3 atau status satu level di atas kondisi keamanan normal," tulis kantor berita Korea Selatan, Yonhap, edisi Rabu, 10 April 2013.

    Salah seorang pejabat Kementerian Pertahanan yang tak bersedia disebutkan namanya mengatakan Korea Utara telah benar-benar melakukan persiapan sempurna untuk melakukan uji coba nuklir. "Pelaksanaannya bisa kapan saja," ujarnya.

    Dia melanjutkan, miiter Korea Utara punya kemampuan menembakkan peluru kendali atau misil, termasuk Scud, dan misil jarak menengah Rodong yang belum lama ini ditempatkan di wilayah pesisir pantai timur.

    Pyongyang berkali-kali memperingatkan Korea Selatan dan Amerika Serikat bahwa negeri itu sanggup melepas misil ke seluruh wilayah pertahanan mereka, termasuk pangkalan milier Amerika Serikat di Guam dan Hawaii. Korea Utara juga meminta seluruh warga asing, wisatawan, dan institusi asing di Korea Selatan untuk segera meninggalkan negeri itu karena perang bisa sewaktu-waktu pecah.

    Peringatan itu disampaikan menjelang perayaan hari lahir pendiri Korea Utara, Kim Il-sung, pada 15 April 2013. Tanggal tersebut dianggap saat bersejarah ketika Korea Utara mendapatkan perhatian dunia dengan memamerkan kekuatan militernya.

    AL JAZEERA | CHOIRUL

    Topik terhangat:

    Partai Demokrat
    | Agus Martowardojo | Serangan Penjara Sleman | Harta Djoko Susilo | Nasib Anas

    Berita lainnya:
    Tengok Cuitan Anas Urbaningrum Soal SMS
    Mantan Pangdam IV: Komnas HAM Jangan Didengar

    SBY: 1.000 Persen Ibu Ani Tak Terlibat Hambalang

    Dirut MRT Irit Bicara, Ahok: Bagus Dong!

    'SBY Tak Percaya Orang Lain Selain Dirinya Sendiri'


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.