Korea Utara Minta Warga Asing di Selatan Hengkang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penduduk Korea Selatan memasukan barang produksi kawasan industri Kaesong di perbatasan Korea Utara ke mobil mereka untuk dipindahkan ke wilayah Korea Selatan. Operasional pabrik di kawasan industri Kaesong akan ditutup sementara.  REUTERS/Lim Byong-sik/Yonhap

    Penduduk Korea Selatan memasukan barang produksi kawasan industri Kaesong di perbatasan Korea Utara ke mobil mereka untuk dipindahkan ke wilayah Korea Selatan. Operasional pabrik di kawasan industri Kaesong akan ditutup sementara. REUTERS/Lim Byong-sik/Yonhap

    TEMPO.CO, Pyongyang - Korea Utara memperingatkan agar warga asing di Korea Selatan segera dievakuasi menyusul akan digelarnya "perang nuklir" di Semenanjung Korea.

    Dalam serangkaian ancaman, Pyongyang mengatakan, Selasa, 9 April 2013, negerinya tak bisa menjamin keselamatan warga jika konflik pecah.

    "Situasi di Semenanjung Korea sedang mendekati perang nuklir," tulis kantor berita Korea Utara, KCNA.

    Dikatakan, Korea Utara tidak ingin melihat warga asing di Korea Selatan menjadi korban. Pernyataan peringatan itu ditujukan pula terhadap seluruh lembaga asing, perusahaan, dan wisatawan, agar segera menuju tempat penampungan sementara dan melakukan evakuasi demi keselamatan.

    Utara menyalahkan risiko perang yang begitu tinggi terhadap "Amerika Serikat yang gila perang" dan "bonekanya", Korea Selatan, yang berniat menyerang Utara.

    Amerika Serikat menolak peringatan Korea Utara yang disampaikan pada Selasa, 9 April 2013. Peringatanan tersebut dianggap tidak membantu. Juru bicara Gedung Putih, Jay Carnet, mengkritik Pyongyang atas retorika yang dikeluarkan karena memicu peningkatan ketegangan.

    AL JAZEERA | CHOIRUL

    Topik terhangat:

    Partai Demokrat
    | Agus Martowardojo | Serangan Penjara Sleman | Harta Djoko Susilo | Nasib Anas

    Berita lainnya:
    Tengok Cuitan Anas Urbaningrum Soal SMS
    Mantan Pangdam IV: Komnas HAM Jangan Didengar

    SBY: 1.000 Persen Ibu Ani Tak Terlibat Hambalang

    Dirut MRT Irit Bicara, Ahok: Bagus Dong!

    'SBY Tak Percaya Orang Lain Selain Dirinya Sendiri'


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.