11 Anak Tewas, Afganistan Kutuk Serangan NATO  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi antihuru-hara Afganistan berjaga dekat pangkalan minyak milik NATO, yang dibakar demonstran di Jalalabad (22/2). REUTERS/Parwiz

    Polisi antihuru-hara Afganistan berjaga dekat pangkalan minyak milik NATO, yang dibakar demonstran di Jalalabad (22/2). REUTERS/Parwiz

    TEMPO.CO, Kabul - Presiden Afganistan Hamid Karzai mengutuk keras serangan udara ISAF (pasukan NATO di Afganistan) di Kunar yang menyebabkan 11 anak hilang nyawa. Demikian pernyataan siaran pers kantor Kepresidenan.

    "Presiden mengecam penggunaan anak-anak sebagai tameng oleh Taliban. Beliau juga mengutuk operasi militer yang menimbulkan korban sipil," tulis pernyataan kantor Kepresidenan. "Presiden telah memerintahkan penyelidikan mendalam atas peristiwa itu."

    Soal jumlah korban masih simpang siur, tetapi Karzai yakin korban tewas akibat operasi tersebut mencapai 11 orang. Seluruhnya anak-anak. Sedangkan enam korban lainnya merupakan perempuan dan hanya mengalami cedera.

    Wasifullah Wasifi, juru bicara Gubernur Kunar, membenarkan kepada Al Jazeera bahwa telah terjadi serangan militer di wilayahnya . "Kami benarkan telah terjadi serangan oleh anggota intelijen Afganistan di Distrik Shigal. Dalam serangan ini, pasukan keamanan membunuh 20 Taliban, 10 di antara korban adalah anggota senior Taliban," katanya kepada Al Jazeera.

    Adapun Menteri Dalam Negeri Afganistan dalam sebuah pernyataan mengatakan, pasukan koalisi berhasil membunuh enam anggota Taliban, termasuk dua komandan senior.

    AL JAZEERA | CHOIRUL

    Berita terpopuler:
    Beredar, Video Tari Bugil Pelajar di Bima

    Mengintip Restoran Narkoba di Kampung Ambon

    Polisi Bantah Mengendus Penyerang LP dari HP

    SBY Keseleo Lidah, Mencoreng Jadi Menggoreng

    Pangdam Diponegoro Serahkan Jabatan Besok

    Pilkada Palembang, Romi - Harno Unggul Sementara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.