Korut Minta Staf Kedutaan Asing Mengungsi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengawasi daerah Korea Selatan dari pos militer di pulau Jangjae, di sektor Barat Daya perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan, pada 7 Maret 2013.  AP/KCNA via KNS

    Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengawasi daerah Korea Selatan dari pos militer di pulau Jangjae, di sektor Barat Daya perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan, pada 7 Maret 2013. AP/KCNA via KNS

    TEMPO.CO, Seoul - Korea Utara memperingatkan semua kedutaan asing di Pyongyang bahwa mereka tidak dapat menjamin keselamatan dari ancaman konflik setelah 10 April. Mereka menyarankan untuk mempertimbangkan menarik staf mereka keluar dari ibukota negara itu, Pyongyang.

    Pesan terhadap para diplomat datang menyusul ketegangan di wilayah tersebut yang terus meningkat. Sebelumnya Korut mengancam akan memulai perang nuklir dengan Amerika Serikat dan segera menyerang Korea Selatan.

    Kantor berita Korea Selatan Yonhap mengutip sumber militer Seoul yang mengatakan dua rudal Musudan telah diposisikan pada peluncurnya di pantai timur Korea Utara. Rudal itu diyakini memiliki kisaran jarak minimal 1.875 mil, mampu menjangkau Korea Selatan dan Jepang dan mungkin wilayah AS di Guam di Samudra Pasifik.

    Korea Selatan bereaksi terhadap aktivitas rudal dengan mengerahkan dua kapal perang yang berkemampuan mencegat dan menghancurkan rudal balistik. AS juga telah mengerahkan armada pencegat rudal dan kapal perang ke wilayah tersebut.

    Di Washington, para pejabat bersikap tenang, dengan mengatakan Gedung Putih dan Pentagon tak yakin setiap ancaman Korut terhadap AS atau sekutu-sekutunya sudah dekat. Seperti diberitakan Guardian, mereka menganggap hal itu sebagai bentuk retorika Pyongyang.

    Kementerian Luar Negeri Inggris menolak peringatan kedutaan dan menyatakan mereka tidak berniat mengevakuasi stafnya. "Kedutaan Inggris di Pyongyang menerima komunikasi dari pemerintah Korea Utara pagi ini mengatakan bahwa pemerintah Korea Utara tidak akan mampu menjamin keamanan kedutaan dan organisasi internasional di negara itu," kata pernyataan mereka.

    Mereka menegaskan, Korea Utara memiliki tanggung jawab di bawah Wina konvensi untuk melindungi misi diplomatik. "Kami percaya bahwa mereka telah mengambil langkah ini sebagai bagian dari retorika mereka. Kami sedang mempertimbangkan langkah selanjutnya, termasuk perubahan travel warning kami," katanya.

    Hal yang sama juga ditegaskan kedutaan Rusia. Juru bicara kedutaan Rusia di Pyongyang, Denis Samsonov, mengatakan Rusia tidak berencana untuk mengevakuasi pada tahap ini karena tidak ada tanda-tanda ketegangan di ibukota Korea Utara.

    GUARDIAN | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.