Tokoh Yahudi Desak Israel-Palestina Berdamai  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Benjamin Netanyahu (kiri) bersama Barrack Obama. REUTERS/Jason Reed

    Benjamin Netanyahu (kiri) bersama Barrack Obama. REUTERS/Jason Reed

    TEMPO.CO, Washington – Sekitar seratus tokoh Yahudi Amerika Serikat yang tergabung dalam Forum Kebijakan Israel mendesak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mengorbankan perbatasan dengan Palestina, Rabu, 3 April, waktu setempat. Permintaan tersebut dituangkan dalam sebuah surat menjelang kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry ke Timur Tengah pekan depan.

    Masing-masing tokoh meneken atas nama pribadi, tapi beberapa di antara mereka merupakan tokoh berpengaruh dalam komunitas Yahudi Amerika Serikat. Salah satu yang mengejutkan adalah Rabbi Rick Jacobs, pemimpi Serikat Reformasi Yudaisme. Jacobs selama ini menjadi pendukung Netanyahu dan belum pernah terang-terangan menekan sang Perdana Menteri untuk melanjutkan perdamaian. 

    “Ini adalah waktu bagi pemerintah Israel untuk melaksanakan komitmen solusi dua negara bagi dua rakyat agar mengakhiri konflik Israel-Palestina,” demikian mereka menulis. Para tokoh itu meminta kabinet baru Israel bekerja sama dengan Kerry untuk membuat usul yang pragmatis meski harus mengorbankan wilayah demi perdamaian.

    “Langkah ini akan mendorong pemimpin Palestina melakukan langkah-langkah konstruktif, terutama kesediaan untuk berunding.” Kerry akan mengunjungi Israel dan Palestina pada 8-9 April mendatang, dua pekan setelah Presiden Amerika Serikat Barack Obama melakukan kunjungan bersejarah ke wilayah tersebut. 

    Desakan ini bersamaan dengan meningkatnya ketegangan di Tepi Barat. Militer Isarel menembak mati dua remaja Palestina tepat pada hari ketiga unjuk rasa memprotes kematian tahanan Palestina di penjara Israel. Israel menuding Amer Nassar, 16 tahun, dan Naji Belbisi, 17 tahun, melemparkan bom molotov ke pos perbatasan di dekat Tulkarm, Rabu malam itu. 

    Suasana panas semakin terasa ketika jasad Maysara Abu Hamdeya dibawa ratusan ribu pelayat ke liang lahat kemarin. Pria 64 tahun itu dihukum seumur hidup dalam rencana peledakan sebuah kafe Israel pada 2002. Saat berada dalam tahanan Israel, Maysara didiagnosis mengidap kanker stadium akhir. Ia tewas pada Selasa lalu di dalam tahanan.

    Palestina menuding Israel mengabaikan perawatan Maysara dan menghalanginya bebas agar dapat bertemu dengan keluarga sebelum wafat. Namun Israel berkilah pihaknya mengikuti prosedur normal. 

    REUTERS | BBC | JTA | SITA PLANASARI AQUADINI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.