Singapura Minta AS Ganjal Pertumbuhan Cina di Asia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (keempat kanan) bersama (dari kiri-kanan) Presiden Filipina Benigno S. Aquino III, Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong, PM Thailand Yingluck Shinawatra, PM Vietnam Nguyen Tan Dung, PM India Manmohan Singh, PM Kamboja Hun Sen,  Sultan Brunei Darussalam Haji Hassanal Bolkiah, PM Laos Thongsing Thammavong, perwakilan dari Malaysia dan perwakilan dari Myanmar berfoto bersama sebelum berlangsungnya KTT ASEAN-India ke-10 tahun 2012 di Peace Palace,  Phnom Penh, Kamboja, Senin (19/11). ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (keempat kanan) bersama (dari kiri-kanan) Presiden Filipina Benigno S. Aquino III, Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong, PM Thailand Yingluck Shinawatra, PM Vietnam Nguyen Tan Dung, PM India Manmohan Singh, PM Kamboja Hun Sen, Sultan Brunei Darussalam Haji Hassanal Bolkiah, PM Laos Thongsing Thammavong, perwakilan dari Malaysia dan perwakilan dari Myanmar berfoto bersama sebelum berlangsungnya KTT ASEAN-India ke-10 tahun 2012 di Peace Palace, Phnom Penh, Kamboja, Senin (19/11). ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.COWashington - Singapura menganggap Amerika Serikat tidak melakukan banyak hal untuk menghadapi tantangan ekonomi dari Cina, yang meningkat pesat. Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di Washington menegaskan, Asia ingin Amerika Serikat dan kepemimpinannya menstabilkan wilayah tersebut, tetapi kini mereka justru berada jauh di belakang Cina, terutama dalam hal hubungan ekonomi dan perdagangan.

    "Selama dekade terakhir, Cina telah menjadi mitra dagang utama dari hampir semua negara Asia Tenggara, termasuk sekutu AS seperti Filipina dan Thailand," katanya, dalam jamuan makan malam di Washington menghadiri undangan Kamar Dagang AS dan AS-ASEAN Business Council.

    Langkah pertama AS untuk mulai mengatasi kebangkitan Cina, menurut Lee, adalah dengan mengadopsi strategi perdagangan yang lebih aktif terhadap ASEAN. "Di Asia, perdagangan adalah strateginya," katanya. 

    Singapura memiliki hubungan yang kuat dengan Washington dan Beijing. Kunjungannya ke Washington adalah untuk mengadvokasi hubungan yang lebih kuat dan lebih saling percaya antara dua raksasa dalam urusan keamanan dan ekonomi di Asia.

    Lee adalah pemimpin Asia ketiga yang berkunjung ke Washington setelah Obama menjabat kembali untuk kedua kalinya. Sebelumnya, Obama mengundang perdana menteri baru Jepang, Shinzo Abe, tak lama seusai pelantikannya. Adapun Sultan Brunei mengunjungi Washington bulan lalu, dan presiden baru Korea Selatan dijadwalkan mengunjungi Gedung Putih pada Mei mendatang.

    REUTERS | TRIP B

    Topik Terhangat Tempo: 
    EDISI KHUSUS Guru Spiritual Selebritas || Serangan Penjara Sleman || Harta Djoko Susilo|| Nasib Anas



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?