Lane Fox, Sekretaris Pertama Pangeran Harry  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangeran Harry. Asiaone.com

    Pangeran Harry. Asiaone.com

    TEMPO.CO, London - Pangeran Harry untuk pertama kalinya memiliki sekretaris pribadi. Sekretaris sang pangeran merupakan pria bekas tentara bernama Edward Lane Fox. Dan sebelum ditunjuk sebagai sekretaris sang pangeran, Fox pernah bertugas sebagai kapten di Household Cavalry.

    Lane Fox bertemu Pangeran Harry sewaktu bertugas di militer. Kemudian dia beralih profesi menjadi senior associate di RLM Finsbury, perusahaan komunikasi keuangan. Fox bakal resmi menjabat sekretaris pribadi Harry setelah pangeran berusia 28 tahun ini kembali dari tur di Amerika Serikat.

    "Harry memang sedang memperbaiki citranya setelah tertangkap basah berfoto bugil di Las Vegas," tulis Telegraph.

    Lane Fox, yang usianya sekitar 30-an, bergabung dengan Blues and Royals pada 2000. Selama ini, ia pernah ditugaskan di Bosnia danIrak, serta meninggalkan militer pada 2006, tahun yang sama ketika Harry bergabung dengan resimen. Ketika mundur, pangkat terakhir Lane Fox adalah kapten.

    "Dia sempat menjadi fotografer lepas dan jurnalis sebelum bergabung dengan perusahan Finsbury."

    Juru bicara dari St James's Palace mengatakan, Lane Fox dan Pangeran Harry telah mengadakan pertemuan. Keduanya juga terlibat dalam sebuah yayasan, yaitu Burnaby Blue Foundation, lembaga amal yang bergerak di Lesotho bersama dengan yayasan amal sang pangeran, Sentebale.

    TELEGRAPH | NIEKE INDRIETTA

    Baca juga
    Banjir Badang Hantam Argentina, 52 Orang Meninggal

    Telah Lahir, Bayi Aardvark Pertama di Rusia

    Amerika Tanggapi Serius Ancaman Korea Utara

    Domba Gantikan Mesin Pemotong Rumput di Paris  



    Topik Terhangat: 
    EDISI KHUSUS Guru Spiritual Selebritas || Serangan Penjara Sleman || Harta Djoko Susilo|| Nasib Anas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.